Wagub DKI soal Angka Kematian Covid Naik: Warga Telat Lapor

  • Bagikan
d592d9e2 5e69cc7c7cacf

Jakarta, cakrawalarafflesia —

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengatakan tren peningkatan angka kematian Covid-19 di ibu kota disebabkan karena warga bergejala terlambat melaporkan ke fasilitas kesehatan.

Sebagai informasi, angka kematian Covid-19 di Jakarta naik dari 1,6 persen menjadi 1,7 persen sejak 7 Maret lalu.

“Menurut data yang kami terima dari Dinas Kesehatan disebabkan adanya, banyaknya yang terlambat respons, gejala dalam tubuh, terlambat melaporkan sehingga penanganan jadi terlambat,” kata Riza di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (18/3).

Baca Juga :  Lansia Bakal Divaksin Covid-19, Ini Daftar Skrining yang Ditanyakan

Politikus Partai Gerindra ini meminta warga untuk aktif melapor jika mengalami gejala Covid-19, sehingga dapat langsung mendapatkan penanganan.

“Jangan sungkan, jangan segan. Sekalipun sudah di vaksin laporkan ke puskesmas terdekat, ke dokter terdekat. tanyakan. Pasti ada saudara, keluarga, teman yang menjadi dokter telepon setidaknya. Kemudian berangkat segera, periksakan,” kata dia.

Di sisi lain, Riza menjelaskan bahwa terjadi penurunan kasus aktif Covid-19 di Jakarta. Menurut dia, itu tidak terlepas dari peran serta masyarakat yang disiplin.

Baca Juga :  Kuasa Hukum Tak Tahu Keberadaan Rizieq Usai Keluar RS

“Kita sudah keluar beberapa waktu dari zona merah. Kasus aktif turun sudah 5.747 seminggu terakhir. Mudah-mudahan ini pertanda baik, semua ini berkat kerja sama semua terutama disiplin masyarakat,” kata dia.

Merujuk data harian Covid-19 di DKI, hingga Rabu (17/3), jumlah kasus Covid-19 secara total sebanyak 363.700 kasus. Dari jumlah total itu, pasien yang dinyatakan telah sembuh sebanyak 351.680 orang. Sementara, total pasien konfirmasi positif Covid-19 yang meninggal dunia tercatat sebanyak 6.077 orang.

(yoa/ain)

[Gambas:Video CNN]


Source link

  • Bagikan