Soal Diksar Mapala STAIN Bone, Kabid Humas Polda Sulsel Sebut Polisi Tetapkan 3 Tersangka Baru

  • Bagikan
890136e1 kabid humas polda sulsel kombes pol e. zulpan e1616135226437


Makassar, cakrawalarafflesia – Polres Bone kembali menetapakan tiga tersangka baru dalam kasus penganiayaan yang mengakibatkan meninggalnya seorang peserta Diksar Mapala STAIN yakni Iksan (19).

Itu terjadi setelah mengikuti kegiatan Diksar Mapala yang dilakukan oleh penitia dan anggota Mahasiswa Pencinta Alam Petta To Risompae (Mapala Mappesompae) STAIN Bone, di Dusun Coppo Bulu, Desa Selli, Kecamatan Bengo, Kabupaten Bone, Jumat (05/03/21) lalu.

Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol E. Zulpan dalam keterangannya menyebutkan, ketiga tersangka baru tersebut adalah Li, Nu dan Zu.

Lihat Juga: Pulihkan Sektor Pariwisata Bali, Kapolri Instruksikan Vaksinasi Dikeroyok

“Ketiganya, ditetapkan tersangka usai gelar perkara yang dipimpin oleh Kasat Reskrim Polres Bone AKP Ardy Yusuf di ruang gelar Sat Reskrim Polres Bone, Kamis, 18 Maret 2021,” sebutnya.

Baca Juga :  Pengunjung Bencoolen Mall Dilarang Gunakan Masker Scuba dan Buff Per 1 Oktober

Sebelumnya, kata dia, Satreskrim Polres Bone juga telah menetapkan 16 Mahasiswa STAIN Bone sebagai tersangka dalam kasus tersebut, yakni SY. FA, SA, TA, AR,SU,AS,AZ, FI, SA, RA, KA, SA, NA, HA, dan YU.

“Hasilnya dengan ketiga tersangka baru ini , sehingga total yang di tetapkan tersangka  sebanyak 19 orang, mereka masih diperiksa secara intensif. Keterlibatan mereka akan terus digali,” ujar Kabid Humas, Jumat (19/03/21).

Baca Juga :  Peringatan Dini Cuaca BMKG Provinsi Bengkulu Dan Wilayah Lainnya 12 - 14 Januari 2021

Lihat Juga: Kapolda Sulsel Sambut Kedatangan Presiden Jokowi di Sulsel

Kabid Humas juga menjelaskan sebelumnya dilakukan penangkapan para tersangka oleh gabungan Tim Opsnal Sat Reskrim Polres Bone bersama Tim Opsnal Sat Intelkam Polres Bone di beberapa  tempat yang berbeda di wilayah Hukum Polres Bone.

“Para tersangka terkait dugaan tindak pidana barang siapa yang dimuka umum bersama – sama melakukan kekerasan terhadap orang atau barang dan jika ia sengaja yang dilakukannya itu menyebakan luka, sebagaimana yang dimaksud dalam Pasal 170 Ayat 1 dan 2 Ke 1e KUHPidana,” terangnya. (*)



rakyatnewsid part of cakrawalarafflesia

  • Bagikan