Kehidupan Awal di Bumi Berawal dari Sambaran Petir

  • Bagikan
d0daa938 3b4b 4077 82a6 590c9973b2c1 169



d0daa938 3b4b 4077 82a6 590c9973b2c1 169

Jakarta, cakrawalarafflesia —

Sebuah studi baru menyampaikan jutaan sambaran petir telah memicu kehidupan awal di Bumi. Banyaknya sambaran petir yang terjadi ketika Bumi masih berusia 4 miliar tahun mungkin telah membuka banyak fosfor yang diperlukan untuk menciptakan fondasi bagi kehidupan.

Peneliti mengatakan fosfor adalah salah satu bahan utama yang dibutuhkan untuk kehidupan. Fosfor dibutuhkan oleh molekul untuk membentuk struktur sel dasar dan membran sel, serta membentuk tulang punggung fosfat DNA dan RNA.

Melansir CNN, kebanyakan fosfor di awal Bumi terperangkap dalam mineral yang pada dasarnya tidak larut dan tidak reaktif. Sehingga, fosfor itu tidak dapat digunakan untuk membuat biomolekul yang dibutuhkan untuk kehidupan.





“Sambaran petir memberikan mekanisme baru untuk membuat fosfor dalam bentuk yang dapat membuat senyawa penting bagi kehidupan,” ujar Benjamin Hess, penulis studi dan mahasiswa pascasarjana di Universitas Yale.

Dalam studi yang dipublikasikan di jurnal Nature Communications, para ilmuwan memperkirakan meteorit mengirimkan unsur-unsur yang diperlukan agar kehidupan muncul di Bumi. Meteorit diketahui mengandung schreibersite, mineral fosfor yang dapat larut dalam air.

Baca Juga :  Bak Hewan Buas, Manusia Pernah Duduki Puncak Predator Selama 2 Juta Tahun

Jika cukup banyak yang menabrak Bumi, schreibersite itu bisa memberikan jumlah fosfor yang tepat. Namun, kehidupan dimulai cakrawalarafflesia 3,5 hingga 4,5 miliar tahun yang lalu, dan saat itulah lebih sedikit meteorit yang menabrak Bumi.

Schreibersite juga mengandung fulgurite atau dikenal sebagai kaca yang terbentuk saat petir menyambar tanah. Fulgurite ditemukan mengandung fosfor yang dilepaskan dari batuan permukaan dan dapat larut.

“Mekanisme ini mungkin sangat penting untuk mempertimbangkan pembentukan kehidupan di planet mirip Bumi setelah tumbukan meteorit menjadi langka,” ucap Hess.

Petir juga dikaitkan dengan penciptaan gas seperti nitrogen oksida, yang juga berperan dalam asal mula kehidupan.

Saat ini, Bumi mengalami sekitar 560 juta kilatan petir per tahun. Di awal Bumi, jumlah itu berkisar cakrawalarafflesia 1 dan 5 miliar setiap tahun, dengan 100 juta hingga 1 miliar di antaranya menghantam tanah.

Baca Juga :  Hadirkan Paket Khusus, Jaringan 5G dari Telkomsel Resmi Sambangi Indonesia

Jika dalam satu miliar tahun, Bumi mengalami 1 triliun sambaran petir dan menghasilkan banyak fosfor.

Petir lebih sering terjadi di awal Bumi karena terdapat lebih banyak karbon dioksida di atmosfer. Karbon dioksida berkontribusi terhadap suhu global, dan suhu global yang lebih tinggi menyebabkan badai yang lebih sering dan intens.

Tingkat karbon dioksida meningkat di awal Bumi setelah benda seukuran Mars menghantam Bumi untuk menciptakan bulan 4,5 miliar tahun yang lalu. Insiden itu juga melepaskan banyak gas dari dalam Bumi, seperti karbon dioksida yang kemudian terperangkap di atmosfer Bumi dan menyebabkan lebih banyak petir.

“Usulan kami tentang sambaran petir sebagai mekanisme penting untuk menciptakan fosfor reaktif penting untuk pemahaman kita tentang munculnya kehidupan karena sambaran petir relatif konstan sepanjang waktu,” tutup Hess.

(jps/mik)

[Gambas:Video CNN]






Source link

  • Bagikan
Positive SSL