Candida Auris, Jamur Kebal Obat Muncul Pertama Kali di Pantai

  • Bagikan
80dd2242 b5de 4726 9a76 7eb333f19be9 169



80dd2242 b5de 4726 9a76 7eb333f19be9 169

Jakarta, cakrawalarafflesia —

Candida auris, jamur mematikan yang sebenarnya hanya ditemukan di rumah sakit dilaporkan telah ditemukan di alam untuk pertama kalinya. Peneliti menemukan Candida auris dari dua situs di Kepulauan Andaman, Samudra Hindia.

Para peneliti dalam jurnal yang baru diterbitkan mBio mengatakan penemuan itu menunjukkan bahwa C. auris adalah jamur lingkungan sebelum diidentifikasi sebagai patogen manusia.

Melansir Science News, C. auris muncul sebagai patogen manusia di tiga benua pada awal 2010. C.auris disebut sebagai ancaman kesehatan masyarakat karena kemampuannya menyebabkan infeksi berbahaya, terkadang fatal karena resisten terhadap banyak obat antijamur.





C. auris menyebar di cakrawalarafflesia pasien, biasanya mereka yang sudah sakit parah, di rumah sakit dan fasilitas perawatan kesehatan lainnya. C. auris menyebabkan infeksi pada aliran darah, usus, atau organ lain.

Ada lebih dari 1.600 kasus yang dilaporkan di Amerika Serikat pada 19 Januari 2021, menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS.

Fakta mengungkap C. auris dapat berkembang biak di dalam tubuh manusia adalah hal yang tidak biasa. Sebab, kebanyakan jamur tidak dapat tumbuh di lingkungan bersuhu 37 derajat Celcius.

Baca Juga :  Temani Ngabuburit, Ini 6 Aplikasi Seru untuk Menunggu Buka Puasa

Hal itu memicu hipotesis bahwa C. auris memperoleh kemampuan untuk menginfeksi manusia setelah terbiasa dengan suhu yang lebih hangat di lingkungan sebagai akibat dari perubahan iklim. Lokasi yang memungkinkan munculnya jamur itu adalah lahan basah, yang sangat sensitif terhadap efek pemanasan.

Kepulauan Andaman yang terpencil, dengan lahan basah pesisir, rawa, dan pantai, diketahui cocok untuk keberadaan jamur. Ahli mikologi medis di Universitas Delhi, Anuradha Chowdhary mengaku mempelajari spesimen tanah dan air laut dari delapan tempat di pulau sebelum menemukan C. auris.

Dua lokasi penemuan C. auris adalah lahan basah pesisir dan pantai. Isolat dari pantai itu resisten terhadap antijamur dan secara genetik mirip satu sama lain, tandanya mereka saling berhubungan.

Namun, dua isolat dari lahan basah pesisir, di mana tidak ada aktivitas manusia yang diketahui secara genetik berbeda satu sama lain dan dari spesimen pantai. Salah satu dari dua isolat lahan basah masih sensitif terhadap antijamur.

Baca Juga :  Besok Kominfo Luncurkan Program Indonesia Makin Cakap Digital 2021

Hal itu menunjukkan bahwa C. auris mengembangkan resistansi obat setelah beradaptasi dengan manusia. Selain itu, semua isolat tumbuh pada suhu 37 derajat Celsius, isolat yang rentan terhadap obat tumbuh lebih lambat daripada yang lain.

Dalam jurnal itu, peneliti mengatakan C. auris adalah patogen jamur yang resisten terhadap berbagai obat yang menjadi ancaman serius bagi pasien dan fasilitas perawatan kesehatan di seluruh dunia.

Karena dampak klinis dan ekonomi yang meluas dari infeksi C. auris yang sulit diobati, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS pada tahun 2019 telah mengklasifikasikan C. auris sebagai ancaman mendesak bagi kesehatan masyarakat.

Candida auris termasuk dalam klade Candida haemulonii dari famili Metschnikowiaceae dari ordo Saccharomycetales. Spesies terkait dari keluarga Metschnikowiaceae telah terdeteksi pada tumbuhan, serangga, dan lingkungan perairan, serta dari lokasi tubuh manusia.

(jps/mik)

[Gambas:Video CNN]






Source link

  • Bagikan