Modus Penangkapan, Polisi Gadungan Peras Perempuan ‘Open BO’

  • Bagikan
1b495de3 c756 46d3 8c07 e4a504c2d30d 169



1b495de3 c756 46d3 8c07 e4a504c2d30d 169

Jakarta, cakrawalarafflesia —

Seorang pria berinisial AS memeras pekerja seks komersial (PSK) berbasis online dengan modus mengaku sebagai polisi dengan pangkat Kompol. 

Dalam menjalankan aksinya, AS turut berpakaian lengkap seperti polisi hingga memiliki kartu anggota dan mengaku berdinas di Polda Metro Jaya.

“Lakukan pemerasan sasarannya adalah para wanita dan juga germo yang di masuk ke media sosial, namanya michat,” tutur Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus kepada wartawan, Rabu (17/3).

AS sendiri dipastikan bukan anggota Polri. Ia diketahui membeli seragam polisi dari sebuah toko pakaian di daerah Senen. Sedangkan untuk kartu anggota, dibuat oleh AS secara online.

Dalam menjalankan aksinya, AS akan lebih dulu mencari korbannya yang merupakan perempuan yang membuka pesanan prostitusi daring lewat aplikasi Michat. Setelah menemukan target, AS menghubungi korban dan meminta untuk bertemu.

Baca Juga :  Valentino Rossi Siap Bangkit MotoGP Emilia Romagna

Di hotel yang jadi lokasi pertemuan, AS datang dengan mengenakan pakaian seragam polisi lengkap. Ia pun melakukan penangkapan terhadap korban. Biasanya, AS akan berdalih sedang melakukan sedang penindakan terkait kasus prostitusi daring.

“Modusnya ini memesan seorang wanita melalui media online untuk BO (booking online). Nanti saat janjian di satu kamar yang bersangkutan akan datang ke sana dengan pakaian dinas lalu menangkap wanita maupun germonya,” ucap Yusri.

Baca Juga :  Netizen Serbu Kolom Gading ke Gisel: Baca Papading Pasti Auto Mewek

Dalam aksinya, AS turut dibantu dua tersangka lainnya yakni ST dan KS. Keduanya berperan sebagai sopir sekaligus membantu melakukan pemerasan.

Namun, AS ternyata tak selalu sukses merampas uang milik korbannya. Dalam dua aksinya, AS hanya berhasil membawa kabur ponsel milik korban.

Polisi kemudian menelusuri kasus polisi gadungan pemeras ini. Penangkapan pun dilakukan. Atas perbuatannya, para tersangka dijerat dengan Pasal 368 KUHP dan atau Pasal 365 KUHP dengan ancaman hukuman pidana maksimal sembilan tahun penjara.

(ar/arh)

[Gambas:Video CNN]






Source link

  • Bagikan