Wacana Ilmuwan Ingin Membangun ‘Kubah’ Kiamat di Bulan

  • Bagikan
c9a1e9fe a3f8 4c59 b730 052a55100968 169
Jakarta, cakrawalarafflesia —

Para ilmuwan dari Universitas Arizona ingin membangun ‘kubah’ bawah tanah berisi jutaan sampel benih, spora, sperma dan telur dari spesies Bumi di bulan. Itu mereka bangun sebagai cadangan genetik bagi dunia jika kiamat terjadi.

Dalam makalah yang dipresentasikan awal bulan ini, tim dari University of Arizona berpikir konsep mereka dapat melestarikan kehidupan di bumi jika terjadi kiamat.

Untuk mewujudkan keinginan mereka, para ilmuwan itu telah mengusulkan sebuah bahtera untuk 6,7 juta spesies dari bumi yang diawetkan secara kriogenik dan disembunyikan di dalam serangkaian lemari besi di gua dan terowongan di bawah permukaan bulan.



Mereka mengatakan lemari besi itu dapat melindungi materi genetik jika kiamat yang berpotensi menghancurkan keanekaragaman hayati di bumi terjadi.

Baca Juga :  Ini Empat Pasal UU ITE yang Bakal Direvisi

“Sebagai manusia, kita memiliki kontak dekat sekitar 75 tahun lalu dengan letusan supervolcanic Toba, yang menyebabkan periode pendinginan 1.000 tahun. Menurut beberapa penelitian, sejalan dengan itu terjadi penurunan keanekaragaman manusia. Karena peradaban manusia memiliki jejak kaki yang begitu besar, jika itu akan runtuh, itu dapat memiliki efek penurunan yang negatif di seluruh planet ini,” kata Jekan Thanga, seorang profesor teknik luar angkasa dan mesin di Universitas Arizona College of Engineering seperti dikutip dari CNN.com, Selasa (16/3).

“Kubah kiamat ini nantinya serupa dengan bumi. Ada gudang benih global bagi kurang dari 1 juta sampel benih,” tambahnya.

Baca Juga :  Gibran Unggul Telak, Bikin BaJo Seolah Kotak Kosong

Namun, peneliti belum memberikan gambaran kapan proyek itu akan dimulai. Mereka hanya menyatakan proyek ini bergantung pada kemajuan teknologi cryo-robotics.

Pasalnya, untuk mendapatkan cryopreservasi, benih harus didinginkan hingga minus 292 Fahrenheit dan sel induk harus disimpan pada minus 320 Fahrenheit.

Tim mengatakan bahwa pada suhu seperti itu, bagian logam dari pangkalan dapat membeku, macet atau dilas dingin bersama-sama.

Selain itu, para ilmuwan itu juga masih belum memahami bagaimana kurangnya gravitasi dapat mempengaruhi benih yang diawetkan, atau bagaimana berkomunikasi dengan basis bumi.

(cnn.com/agt)

[Gambas:Video CNN]


Source link

  • Bagikan