Resmi! Thailand Akhirnya Gunakan Vaksin AstraZeneca

  • Bagikan
495efa1d vaksin astrazeneca apchristophe ena 4 169



vaksin astrazeneca apchristophe ena 4 169

Jakarta, cakrawalarafflesia – Setelah sempat ditunda karena masalah keamanan vaksin, Thailand akhirnya melakukan program vaksinasi dengan menggunakan AstraZeneca. Perdana Menteri Prayuth Chan-ocha menjadi orang yang pertama yang divaksin.

“Hari ini saya meningkatkan kepercayaan diri pada masyarakat publik,” kata Prayuth sebelum melakukan suntikan vaksin, dikutip CNBC Internasional, Selasa (16/3/2021).

Setelah disuntik, dia menyatakan merasa baik-baik saja. Sementara itu sejumlah anggota kabinet lainnya bersiap disuntik vaksin pada Jumat mendatang.

Sebelumnya Thailand memutuskan untuk menunda menggunakan vaksin Covid-19 asal AstraZeneca. Ini disebabkan laporan adanya pembekuan darah pada sejumlah orang setelah divaksin di beberapa negara.

Baca Juga :  Metadata, Data Pengguna yang Akan Dibagi WhatsApp ke Facebook

Namun akhirnya Thailand tetap melanjutkannya. Setelah Menteri Kesehatan setempat menyatakan keputusan itu karena banyak negara melaporkan tidak ada kaitan pembekuan darah dengan AstraZeneca.

Thailand telah memulai vaksinasi untuk petugas kesehatan garis depan dan grup lainnya termasuk pejabat pemerintah. Vaksinasi menggunakan produk luar negeri namun secara keseluruhan sangat bergantung pada pembuatan AstraZeneca di dalam negeri.

Vaksin AstraZeneca diproduksi oleh perusahaan yang dimiliki oleh raja negara itu. Direncanakan akan ada 61 juta dosis yang diluncurkan untuk Thailand.

Baca Juga :  5 Fakta Internet 5G dari Telkomsel yang Digelar Besok

Produk itu di Thailand juga diperkirakan tidak tersedia hingga Juni. Saat Thailand berencana untuk memulai kampanye inokulasi masal.

Prayuth dan anggota kabinet nya menggunakan suntikan dari jumlah 117.300 dosis yang diimpor dan telah mengantongi ijin penggunaan darurat atau emergency use authorization pada awal bulan lalu.

Sebelumnya Thailand juga mendatangkan CoronaVac dari Sinovac dengan jumlah 200 ribu. Pasokan dari Sinovac juga akan datang 800 ribu akhir bulan ini dan ditambah 1 juta pada April mendatang.

[Gambas:Video CNBC]

(roy/roy)




Source link

  • Bagikan