Gejala Penggumpalan Darah yang Patut Diwaspadai

  • Bagikan
cf1a58ee af64 4ade b15a 9a20864a62c9 169

cf1a58ee af64 4ade b15a 9a20864a62c9 169

Jakarta, cakrawalarafflesia —

Selama beberapa waktu, sejumlah negara seperti Swedia, Jerman, Perancis, dan Italia mengumumkan menghentikan penggunaan vaksin AstraZeneca setelah ada laporan terkait efek samping vaksin asal Inggris itu. Mereka khawatir vaksin itu akan menyebabkan penggumpalan darah pada penerimanya.

Kendati demikian, regulator pengawas obat Inggris (MHRA) menyatakan bahwa sampai saat ini belum ada pembuktian dan konfirmasi bahwa sejumlah kasus pembekuan darah yang terjadi diakibatkan oleh vaksin AstraZeneca.

Terlepas dari permasalahan tersebut, apa itu penggumpalan darah dan gejalanya?

Gumpalan darah adalah darah yang berubah dari cairan menjadi seperti gel atau setengah padat. Pembekuan ini adalah proses penting yang dapat mencegah Anda kehilangan terlalu banyak darah dalam kasus tertentu, seperti saat cedera atau terluka.

Sebagaimana dikutip dari Healthline, gumpalan terbentuk di dalam salah satu pembuluh darah Anda, dan kemudian tidak selalu larut dengan sendirinya.

Gumpalan darah yang tidak bergerak, umumnya tidak akan membahayakan Anda, tetapi ada kemungkinan gumpalan tersebut dapat berpindah dan menjadi berbahaya. Bahkan mengancam nyawa.

Jika gumpalan darah pecah dan mengalir melalui pembuluh darah ke jantung dan paru-paru, gumpalan itu bisa menghalangi aliran darah. Dan ini adalah keadaan darurat medis.

“Akibatnya saturasi oksigen bisa menurun dan bahkan pasien bisa perburukan kondisi klinisnya dengan cepat hingga meninggal,” demikian penjelasan dokter spesialis jantung dan pembuluh darah Vito Damay, Februari lalu.

Gejala penggumpalan darah

Sistem peredaran darah Anda terdiri dari pembuluh yang disebut vena dan arteri, yang mengangkut darah ke seluruh tubuh Anda. Gumpalan darah bisa terbentuk di vena atau arteri.

Ketika terjadi pembekuan darah di arteri, itu disebut bekuan arteri. Jenis gumpalan ini segera menyebabkan gejala dan membutuhkan perawatan darurat.

Gejala bekuan arteri meliputi:
– nyeri hebat
– kelumpuhan bagian tubuh, atau keduanya, yang dapat menyebabkan serangan jantung atau stroke.

Baca Juga :  Marquez Sukses Jalani Operasi Ketiga

Bekuan darah yang terjadi di pembuluh darah vena disebut bekuan vena. Jenis gumpalan ini mungkin menumpuk lebih lambat dari waktu ke waktu, tetapi masih bisa mengancam nyawa.

Jenis bekuan vena yang paling serius disebut trombosis vena dalam atau Deep vein thrombosis (DVT) .

DVT adalah saat gumpalan terbentuk di salah satu vena utama jauh di dalam tubuh Anda. Hal ini paling umum terjadi di salah satu kaki Anda, tetapi juga bisa terjadi di lengan, panggul, paru-paru, atau bahkan otak Anda.

Namun, tidak ada cara untuk mengetahui apakah Anda mengalami pembekuan darah tanpa panduan medis.

Jika Anda mengetahui gejala dan faktor risiko yang paling umum, Anda perlu mengetahui kapan harus mencari bantuan ahli. Karena, bukan tak mungkin pembekuan atau penggumpalan darah terjadi tanpa gejala yang jelas.

Saat gejala muncul, beberapa di antaranya bisa sama dengan gejala penyakit lainnya.

Simak di halaman berikutnya tanda dan gejala penggumpalan darah di kaki atau lengan, jantung, perut, otak, dan paru-paru.


Gejala Penggumpalan Darah yang Patut Diwaspadai

Berikut tanda dan gejala penggumpalan darah di kaki atau lengan, jantung, perut, otak, dan paru-paru.

Gejala penggumpalan darah di kaki atau lengan

Menurut ahli bedah trauma dan dokter perawatan kritis di Grand Strand Regional Medical Center, Akram Alashari, tempat yang paling umum untuk terjadinya pembekuan darah adalah di kaki bagian bawah Anda.

Bekuan darah di kaki atau lengan Anda dapat memiliki berbagai gejala, termasuk:

pembengkakan
– rasa sakit
– sensasi hangat
– perubahan warna kemerahan

Dikutip dari Healthline, gejala Anda akan tergantung pada ukuran gumpalan. Itulah mengapa Anda mungkin tidak memiliki gejala apa pun, atau Anda mungkin hanya mengalami pembengkakan ringan pada betis tanpa rasa sakit yang berlebihan.

Jika bekuannya besar, seluruh kaki Anda bisa menjadi bengkak karena rasa sakit yang hebat.

Baca Juga :  Wajib Tau! Arti Status Prakerja Lengkap

Tidak umum terjadi pembekuan darah di kedua kaki atau lengan pada saat yang bersamaan. Peluang Anda mengalami pembekuan darah meningkat jika gejala Anda hanya terjadi di satu kaki atau satu lengan.

Gejala penggumpalan darah di jantung

Gumpalan darah di jantung menyebabkan serangan jantung. Jantung adalah lokasi yang kurang umum untuk pembekuan darah, tetapi masih bisa terjadi.

Gumpalan darah di jantung bisa menyebabkan dada terasa sakit atau berat. Kepala terasa pusing dan sesak napas adalah gejala potensial lainnya.

Gejala penggumpalan darah di perut

Sakit perut yang parah dan bengkak bisa menjadi gejala pembekuan darah di suatu tempat di perut Anda. Ini juga bisa menjadi gejala virus perut atau keracunan makanan.

Gejala penggumpalan darah di otak

Gumpalan darah di otak juga dikenal sebagai stroke. Gumpalan darah di otak Anda dapat menyebabkan sakit kepala parah dan tiba-tiba, bersama dengan beberapa gejala lain, termasuk kesulitan berbicara atau melihat secara tiba-tiba.

Gejala penggumpalan darah di paru-paru

Gumpalan darah yang mengalir ke paru-paru Anda disebut pulmonary embolism (PE). Gejala yang bisa menjadi tanda PE adalah:

– sesak napas mendadak yang bukan disebabkan oleh olahraga
– nyeri dada
– palpitasi, atau detak jantung cepat
– masalah pernapasan
– batuk darah

Kapan harus menemui dokter

Mendiagnosis penggumpalan darah hanya dengan gejala sangat sulit. Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC), hampir 50 persen orang dengan DVT tidak memiliki gejala.

Oleh karenanya, menghubungi dokter adalah cara terbaik jika Anda merasa mungkin memilikinya. Selain itu, segera hubungi layanan darurat jika Anda mengalami salah satu gejala berikut:

– sesak napas mendadak
– tekanan pada dada
– kesulitan bernapas, melihat, atau berbicara


Source link

  • Bagikan