Gagal Panen, Harga Cabai Rawit Naik 22,48 Persen

  • Bagikan
1a7f3102 cabai rawit

Jakarta — Kementerian Perdagangan (Kemendag) mencatat harga cabai rawit merah naik 22,48 persen yaitu dari Rp74.067 per Kilogram (Kg) menjadi Rp96.247 per Kg selama periode 11 Februari-12 Maret 2021. Harga melonjak karena gagal panen di sejumlah daerah sentra produksi.

“Paling dalam kenaikannya itu cabai, naik double digit, terutama cabai rawit merah dibanding harga bulan lalu,” ujar Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi dalam konferensi pers virtual, Senin (15/3).

Tercatat, sejumlah daerah di Jawa Timur mengalami kerusakan panen hingga 40 persen di antaranya Tuban, Kediri, dan Blitar. Bahkan, gagal panen di Wajo, Sulawesi Selatan mencapai 70 persen.

Baca Juga :  Pakar Gempa: Waspada Gempa 8,5 M dari Siberut di 7 Wilayah Sumbar

Lutfi mengungkapkan gagal panen terjadi di tengah tingginya curah hujan. Imbasnya, produksi cabai rawit merah turun. Padahal, permintaan pasar tinggi.

Selain cabai rawit merah, kenaikan harga juga dialami oleh beras premium, minyak goreng curah, minyak goreng kemasan sederhana, kedelai impor, tepung terigu, daging sapi paha belakang, daging ayam ras, dan cabai merah keriting.

Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) per 15 Maret 2021, rata-rata harga cabai rawit merah di pasar tradisional naik 2,58 persen menjadi Rp97.550 per Kg.

Baca Juga :  Cara Berlangganan Mola TV di Indihome 2021 Lengkap

Harga cabai rawit merah tertinggi tercatat di Kabupaten Lombok Timur, NTB, Rp150 ribu per Kg. Sementara, harga terendah Rp32.500 per Kg tercatat di Kota Medan, Sumatera Utara.

Kenaikan harga juga terjadi pada rerata harga cabai rawit merah di pasar modern sebesar 5,12 persen menjadi Rp115,9 ribu. Sementara, kenaikan harga di tingkat pedagang besar sebesar 1,08 persen menjadi Rp83.850 per Kg.

(wel/sfr)cnnindonesia

  • Bagikan
Positive SSL