BPOM Tunda Pemakaian Vaksin AstraZeneca, Tunggu WHO

  • Bagikan
e06a7562 menkes budi gunadi sadikin cnbc indonesiatri susilo 3 169

menkes budi gunadi sadikin cnbc indonesiatri susilo 3 169

Jakarta, cakrawala – Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengakui pemerintah mengikuti adanya laporan kasus pembekuan darah peserta vaksin AstraZeneca.

Budi Gunadi Sadikin menambahkan hingga kini otoritas kesehatan Inggris dan Uni Eripa belum mengkonfirmasi ada tidaknya korelasi vaksin AstraZeneca dengan kajadian serius tersebut.

“Konservatif BPOM menunda dulu implementasi AstraZeneca menunggu konfirmasi WHO, mudah-mudahan bisa keluar. AstraZeneca expired di akhir Mei,” terang Budi Gunadi Sadikin dalam rapat dengan Komisi IX DPR, Senin (15/3/2021).

Terkait fatwa halal, Budi Gunadi Sadikin menambahkan Majelis Ulama Indonesia (MUI) akan rapat besok atau lusa mengenai fakta halal dan diharapkan bisa dikeluarkan dalam dua hari ke depan.

Baca Juga :  Menjadi Korban Rasisme saat Main Harry Potter, Katie Lung Diminta Diam

Informasi saja, pekan lalu BPOM menerbitkan izin penggunaan darurat atau emergency use authorization (EUA) untuk vaksin AstraZeneca. BPOM menyebut vaksin ini efektif 62,1% melawan Covid-19 di Indonesia.

Beberapa negara di Eropa memutuskan untuk menghentikan sementara penggunaan vaksin AstraZenaca karena adanya kejadian luar biasa tersebut, sambil melakukan investigasi.

Sebelumnya, Pelaksana Tugas Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P)Kementerian KesehatanMaxi Rein Rondonuwu mengatakan penggunaan vaksin AstraZeneca masih menunggu kajian dari BPOM dan Ahli Imunisasi Nasional (ITAGI).

Baca Juga :  Ini Yang Dilakukan Ali Saat Mendengar Fatimah akan Dilamar

“Terkait vaksin AstraZeneca kami masih menunggu juga keputusan dari BPOM dan ITAGI. Mereka sudah rapat meminta data-data terkait efek samping sehingga kami masih meinggu hasil kajian dari mereka,” tuturnya seperti dikutip dari YouTube Ombudsman RI, Senin (15/3/2021).

Maxi Rein Rondonuwu menambahkan pemerintah bukan tidak akan menggunakan vaksin AstraZeneca tetapi untuk sementara belum didistribusikan menunggu hasil kajian dari BPOM dan ITAGI.

(roy/dru)


Source link

  • Bagikan
Positive SSL