Cookies, si Penguntit Kegiatan di Browser Internet

  • Bagikan
d9dbdf07 2967 4429 a4ca 1826be4511a1 169

CR — Selama beberapa dekade ‘Cookies’ telah melacak pengguna Internet di seluruh web. Itu merupakan sebuah cuplikan kode untuk mengidentifikasi pengguna browser yang dapat mengidentifikasi kategori iklan.

Hal ini kerap dilakukan untuk memberikan referensi kepada pengguna, salah satunya saat sedang berbelanja online.

Cookies belakangan semakin tersingkir karena publik menjadi lebih protektif terhadap hak privasi di era digital. Beberapa browser utama seperti Firefox dan Safari sudah memblokir Cookies pihak ketiga secara default.

Pemblokiran itu berguna untuk mengurangi data yang diolah untuk para pengisi iklan.

Baca Juga :  Cara dapat penghasilan dari Skill Academy Kode Referal

Google mengatakan pihaknya juga berencana untuk melakukan hal yang sama di platform browsernya, Google Chrome. Namun minggu lalu Google melangkah lebih jauh dan mengumumkan akan segera menghentikan pelacakan web penggunanya dan mencopot Cookies dari platformnya.

Dalam sebuah postingan blog yang menjelaskan perubahan itu, Google mengatakan Cookies akhirnya diblokir secara default di Chrome. Perusahaan tidak akan mengolah atau mendukung teknologi browser untuk diolah data individu penggunanya.

Kabar tersebut menggambarkan niat Google untuk mengubur Cookies pihak ketiga. Sesuatu yang telah diantisipasi olehnya dan banyak pihak di industri digital selama bertahun-tahun.

Baca Juga :  Pantau Penyebaran Pandemi, Apa Itu JakCLM dan Bagaimana Cara Menggunakannya?

Masa depan periklanan web berbasis pelacakan menurut Google, akan lebih abstrak, tidak terlalu mengandalkan riwayat browser pengguna, bahkan lebih banyak mensasar pada kelompok pengguna internet yang mungkin melihat pada waktu tertentu.

Mengingat peran Google yang sangat besar dalam dunia periklanan dan kendali web terpopuler di dunia, perusahaan itu memiliki potensi untuk menentukan cara kerja teknologi iklan di generasi berikutnya.

  • Bagikan
Positive SSL