4 Pantangan saat Hari Raya Nyepi

  • Bagikan
ba400648 episode 12 2 6046c8d551d71b2de56c0b82

Amati Karya melarang umat Hindu melakukan aktivitas kegiatan atau bekerja dalam bentuk apa pun saat Nyepi berlangsung. Dalam keheningan umat Hindu diajak introspeksi diri atas segala tindakan kurang baik yang pernah dilakukan.

Amati Lelungan

Suasana kawasan wisata terlihat lengang saat Hari Raya Nyepi tahun Saka 1942 di wilayah Kuta, Badung, Bali, Rabu (25/3/2020). Seluruh kawasan pariwisata, ruas jalan dan objek vital di wilayah Bali yang ramai pada hari biasa, terpantau lengang saat Hari Raya Nyepi karena umat Hindu menjalani catur brata penyepian selama 24 jam hingga Kamis (26/3) pukul 06.00 WITA. ANTARA FOTO/Fikri Yusuf/hp.Ilustrasi pantangan Nyepi bagi umat Hindu saat pelaksanaan Hari Raya Nyepi. (ANTARA FOTO/Fikri Yusuf)

Amati Lelungan melarang keinginan untuk bepergian. Hal ini bertujuan agar umat Hindu khusuk beribadah selama satu hari penuh.

Umat Hindu akan berdiam diri di rumah dengan bermeditasi bersama keluarga sekaligus evaluasi hubungan dengan Tuhan.

Baca Juga :  Marbot Yang Lecehkan 13 Anak di Masjid Cirebon, Terancam Kebiri

Amati Lelanguan

Amati Lelanguan melarang keinginan untuk bersenang-senang. Umat diajak untuk menghentikan sejenak segala bentuk kesenangan duniawi agar fokus dalam sembahyang.

Tidak ada toko, warung, mal, dan tempat hiburan lainnya yang buka selama Nyepi. Inilah yang membuat perayaan Nyepi khususnya di Bali menjadi begitu tenang dan sepi selama satu hari.

Keempat pantangan dalam hari raya Nyepi ini dimaksudkan sebagai introspeksi diri akan seberapa jauh tingkat pendekatan rohani yang telah dicapai. Juga, melepaskan sesuatu yang tidak baik dan memulai menata hidup lebih baik.

Baca Juga :  Valentino Rossi Kirim Hadiah Spesial untuk Bos Baru

Itulah empat pantangan Nyepi atau larangan saat Hari Raya Nyepi. Selain bagi umat Hindu, wisatawan pun diharapkan untuk tidak berkeliaran di jalanan dan hanya beraktivitas di dalam hotel selama Nyepi guna menjaga kekhusyukan ibadah masyarakat di Bali.

Melalui Nyepi, juga bisa menjadi sarana untuk mengingatkan manusia bahwa seluruh hal di dunia adalah fana dan bahwa dalam hidup haruslah terdapat keseimbangan hubungan antara manusia, alam, dan Tuhan.

(imb/fef)cnnindonesia

  • Bagikan
Positive SSL