Gini Toh Proses Seleksi Kartu Prakerja bagi yang Masih Belum Lolos

  • Bagikan
695ff3e7 asyik alumni kartu prakerja diguyur kur

bagaimana sebenarnya proses seleksi Kartu Prakerja?

Melansir Kompas.com, Jumat (5/3/2021) ada tiga tahap penyaringan atau seleksi yang dilakukan manajemen Kartu Prakerja untuk menentukan siapa yang berhak menerima Kartu Prakerja.

Hal tersebut seperti diungkapkan oleh Head of Communications Manajemen Pelaksana Program Kartu Prakerja Louisa Tuhatu.

Dia mengungkapkan, tahap seleksi tersebut dikerjakan oleh sistem, tanpa ada intervensi manusia.

Tiga tahap seleksi Kartu Prakerja:

1. Penyaringan NIK

Tahap pertama adalah penyaringan Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan Kartu Keluarga (KK), yang mana sistem melakukan pencocokan dengan data di Direktorat Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipil (Ditjen Dukcapil).

Baca Juga :  Daftar Wilayah Jawa-Bali Yang Terapkan Aturan PPKM Mikro

2. Penyaringan pendaftar kategori blacklist

Pada tahap kedua, sistem menyaring pendaftar yang termasuk dalam kategori blacklist atau tidak bisa menerima Kartu Prakerja.

Kategori blacklist terdiri dari, pejabat negara, pimpinan dan anggota DPRD, Aparatur Sipil Negara (ASN), anggota Polri, kepala dan perangkat desa, direksi, komisaris, serta dewan pengawas pada badan usaha milik negara (BUMN) atau badan usaha milik daerah (BUMD).

Selain itu, peserta gelombang sebelumnya yang tidak membeli pelatihan pertama dalam waktu 30 hari juga masuk ke dalam daftar terlarang.

3. Pengacakan oleh sistem

Terakhir, pada tahap ketiga dilakukan proses randomisasi atau pengacakan oleh sistem, sehingga didapat 600.000 NIK yang berhak menjadi penerima Kartu Prakerja.

Baca Juga :  Hanya Butuh 14 Poin untuk Joan Mir Jadi Juara Dunia MotoGP

Jangan percaya dengan joki Kartu Prakerja

Karena proses seleksi penerima Kartu Prakerja sepenuhnya dikerjakan oleh sistem, maka tidak ada yang bisa menjamin seseorang bakal lolos seleksi.

Kendati demikian, di media sosial beredar banyak informasi atau penawaran joki Kartu Prakerja, yang menjanjikan bisa meloloskan seleksi dengan membayar sejumlah uang kepada joki.

Diberitakan Kompas.com, pada 28 Februari 2021, manajemen Kartu Prakerja mengingatkan, jika ada joki Kartu Prakerja yang menjanjikan lolos, maka hal tersebut bisa dipastikan merupakan penipuan.

“Kalau definisi joki adalah orang yang menjamin seseorang bisa lolos seleksi maka itu adalah penipuan,” kata Louisa 

Dia mengatakan, jika ada yang merasa menjadi korban joki Kartu Prakerja, maka dapat melaporkannya kepada pihak berwajib.

“Nah, kalau soal joki ini memang yang harus melaporkan adalah yang mengalami kerugian,” imbuhnya.

sumber kompas.com

  • Bagikan
Positive SSL