Detik-detik Kecelakaan Maut Bus Yang Masuk Jurang di Sumedang

  • Bagikan
f0998c69 kecelakaan bus sri padma kencana di sumedang 22 meninggal 4 169

Jabar —Peristiwa naas menimpa bus Sri Padma Kencana yang membawa rombongan karya wisata dan ziarah SMP IT Muawanah masuk jurang saat dalam perjalanan di daerah Sumedang, Jawa Barat, Rabu (10/3) sekitar pukul 18.30 WIB.

Kecelakaan itu diduga bermula saat bus hilang kendali hingga terbanting. Alhasil, yang membawa 66 penumpang itu terperosok ke jurang.

Direktur Penegakan Hukum Korlantas Polri Brigjen Kushariyanto mengatakan kontur jalan yang menurun panjang serta menikung diduga menjadi penyebab bus itu oleng.

“Akhirnya sopir ini banting setir ke kiri, dia sempat muter kena guard rail (pagar pengaman jalan) ini, jadi dari kepala posisi di depan dia langsung menjadi terbalik,” kata Kushariyanto, Jumat (12/3).

Selain itu, kelebihan muatan penumpang diduga juga menjadi salah satu faktor yang mengakibatkan bus tersebut hikang kendali.

Baca Juga :  Gaj Bayar Sewa 6 Bulan, Ibu Kos Ini Malah Rutin Traktir Makan Anak Kos

“Karena kondisi penumpang itu 66 orang yang notabene di situ harusnya cuma 62 atau 63 tempat duduk,” ucap Kushariyanto.

Kendati demikian, kepolisian masih terus melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab kecelakaan dengan metode Traffic Accident Analysis (TAA).

Di sisi lain, Kushariyanto memastikan bahwa jalur alternatif yang menghubungkan Kabupaten Garut dan Sumedang melalui kawasan Wado itu sebenarnya tidak digunakan oleh kendaraan sejenis bus besar.

Sopir bus, kata Kushariyanto, diduga tak mengenal kontur dan kesempitan jalur akan dilaluinya. Sebab, ada dugaan bahwa sopir bus menggunakan aplikasi peta daring untuk menentukan jalan yang akan dilalui untuk menuju Kabupaten Subang.

Baca Juga :  Marquez Tak Gentar Hadapi Joan Mir di MotoGP 2021

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Jawa Barat Hery Antasari menuturkan bus tersebut mengalami kecelakaan saat akan kembali menuju Subang usai berziarah ke kawasan Tasik dan berwisata ke Pangandaran.

Berdasarkan data yang diterima, sebanyak 70 persen penumpang bus itu merupakan orang tua pelajar dan sisanya adalah pelajar.

“Kalau kendaraan besar sesungguhnya tidak diperkenankan ke jalur ini,” ucap Hery.

Diketahui, kecelakaan bus yang membawa rombongan karya wisata dan ziarah SMP IT Muawanah terjadi Tanjakan Cae, Dusun Cilangkap, Desa Sukajadi, Kecamatan Wado, Kabupaten Sumedang, Rabu (10/3) malam.

Kecelakaan bus Sri Padma Kencana itu menewaskan 29 penumpang dan puluhan penumpang lainnya mengalami luka-luka.

(dis/psp) melansir cnnindonesia

  • Bagikan