Keutamaan Isra Miraj Serta Turunnya Perintah Sholat Wajib 5 Waktu

  • Bagikan
ede7e79e images 2021 03 11t033006.666

Islami Keutamaan Isra Miraj yang diperimgati setiap 27 Rajab tahun Hijriyah menjadi momen penting bagi umat Islam seluruh dunia hingga akhir zaman kelak.

Namun apa sebenarnya arti Isra Miraj hingga sebegitu pentingnya diperingati. Isra Miraj adalah perjalanan Nabi Muhammad SAW naik ke langit tertinggi untuk bertemu Allah SWT.

Sementara itu, kaum kafir Quraisy tidak dapat mempercayai peristiwa tersebut, namun juga tidak memiliki alasan untuk membantahnya.

Dilansir dari video milik akun YouTube Kisah Islami, Selasa (9/3/2021), Rasulullah berbicara di tengah kaum kafir Quraisy perihal kejadian Isra Mikraj yang dialaminya secara jelas dan detail.

Beliau menceritakan pengalaman pergi dari Masjidil Haram menuju Masjidil Aqsa di Palestina, lalu naik ke atas langit tertinggi.

Baca Juga :  Dalil Serta Sejarah Maulid Nabi Muhammad SAW Lengkap

Namun, kaum kafir Quraish tidak mempercayai perkataan tersebut. Rasulullah lantas menceritakan secara detail terkait gambaran Baitul Maqdis, seolah-olah penduduk Mekkah sedang berada di sana.

Kira-kira sebelum matahari tepat berada di atas kepala, Nabi Muhammad SAW pergi ke sebuah gunung di Makkah dan bertemu Malaikat Jibril. Rasulullah diberi isyarat untuk melihat ke arah lembah, yang kemudian dari situ memancarkan mata air.

Baca Juga: Shighat Taklik, Pernyataan Tegas Suami Melindungi Istrinya Usai Ijab Kabul

Lantas Malaikat Jibril mengajarkan Rasulullah berwudhu dan sholat. Pada hari pertama, waktu sholat dzuhur adalah posisi matahari tergelincir ke arah barat. Malaikat Jibril mengajarkan tentang bacaan sholat, jumlah rakaat, gerakan sholat, dan apa saja sholat yang wajib dilakukan sehari semalam.

Baca Juga :  8 Pintu Surga

Tiba waktu Asar, Malaikat Jibril datang lagi dan memberitahukan kepada Nabi Muhammad SAW bahwa waktu Sholat Ashar ketika bayangan suatu benda sama persis dengan panjang benda tersebut. Kemudian tibalah waktu magrib, Malaikat Jibril mengatakan waktu sholat magrib ketika matahari telah tenggelam.

Begitupun pada waktu Isya, Malaikat Jibril mengatakan waktu sholat isya ketika warna merah di langit telah hilang. Keesokan harinya mendatangi Rasulullah di waktu sholat subuh. Waktu sholat subuh dilakukan ketika fajar baru terbit.

  • Bagikan