BMKG: Waspada Cuaca Ekstrem Peralihan Musim Sepekan Depan

  • Bagikan
2cc98e69 turunnya hujan tertuang dalam surat ar rum ini penjelasannya k4lsqym5fe

Jakarta — Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) meminta masyarakat di sejumlah provinsi di Indonesia mewaspadai cuaca ekstrem akibat peralihan musim sepekan ke depan.

“BMKG memprakirakan dalam periode sepekan ke depan curah hujan dengan intensitas lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang,” demikian keterangan BMKG yang diterima, Kamis (11/3).

BMKG melansir prakiraan cuaca ekstrem itu terjadi di 22 Provinsi. Provinsi-provinsi itu adalah: Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, dan Bali. Kemudian Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, dan Kalimantan Selatan.

Selanjutnya adalah Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Tenggara. Lalu Maluku, Maluku Utara, Papua Barat, dan Papua.

BMKG menyatakan dalam sepekan ke depan, dinamika atmosfer yang diidentifikasi masih dapat berkontribusi cukup signifikan terhadap pembentukan awan hujan di wilayah Indonesia adalah teramatinya sirkulasi siklonik di Samudera Pasifik Timur Filipina dan di Samudera Hindia sebelah selatan Bali-Nusa Tenggara.

Baca Juga :  Polri Minta Jajarannya Sikapi Gejolak Penolakan Rizieq

Itu disebutkan dapat mengakibatkan terbentuknya pola konvergensi dan belokan angin. Hasilnya adalah dapat meningkatkan pembentukan awan hujan di sebagian wilayah Indonesia.

Hal tersebut pun diperkuat fenomena Gelombang Rossby Ekuatorial yang diprediksi masih cukup aktif di sekitar wilayah Indonesia bagian barat. Selain itu, kondisi labilitas udara lokal yang signifikan juga dapat meningkatkan potensi konvektifitas dan pembentukan awan hujan di sebagian besar wilayah Indonesia.

“Masyarakat diimbau agar tetap waspada dan berhati-hati terhadap potensi cuaca ekstrem (puting beliung, hujan lebat disertai kilat/petir, hujan es, dll) dan dampak yang dapat ditimbulkannya seperti banjir, tanah longsor, banjir bandang, genangan, angin kencang, pohon tumbang, dan jalan licin selama memasuki masa pancaroba tahun ini,” demikian peringatan BMKG.

BMKG menyatakan Monsun Asia masih cukup aktif, terutama di wilayah Indonesia bagian barat. Meskipun demikian, Monsun Asia mulai memasuki periode pelemahan pada akhir Maret 2021.

Baca Juga :  Studi Sebut Covid-19 Pengaruhi Kesehatan Mental

Pelemahan monsun itu disebut menjadi indikasi periode puncak musim hujan di sebagian wilayah Indonesia mulai berakhir.

“Sehingga dapat dikatakan bahwa sebagian besar wilayah Indonesia akan memasuki periode peralihan dari musim hujan ke musim kemarau mulai akhir Maret 2021,” demikian pernyataan BMKG.

Salah satu ciri umum kejadian cuaca saat periode peralihan musim adalah adanya perubahan kondisi cuaca yang relatif lebih cepat, dimana pada pagi-siang umumnya cerah-berawan dengan kondisi panas cukup terik yang diikuti dengan pembentukan awan yang signifkan dan hujan intensitas tinggi dalam durasi singkat yang secara umum dapat terjadi pada periode siang-sore hari.

Selama periode peralihan musim, ada beberapa fenomena cuaca ekstrem yang harus diwaspadai adalah hujan lebat berdurasi singkat yang disertai kilat dan angin kencang, Puting beliung, Waterspout, serta Hujan es.

(kid) cnnindonesia

  • Bagikan