Pemerintah Tak Naikkan Tarif Listrik Hingga Juni 2021

  • Bagikan
52e27021 images 2021 03 08t155825.829

Jakarta — Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menetapkan penyesuaian tarif listrik (tariff adjustment) periode April-Juni 2021 untuk 13 pelanggan non subsidi per 1 April 2021 sampai 30 Juni 2021. Dalam penyesuaian itu mereka memutuskan tak menaikkan tarif tenaga listrik dari periode sebelumnya.

Itu berarti, besaran tarif tenaga listrik tidak berubah sampai pertengahan tahun 2021.

Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Rida Mulyana mengatakan penyesuaian terhadap tarif tenaga listrik akan dilakukan jika ada perubahan terhadap realisasi indikator makro ekonomi, seperti kurs, inflasi, harga minyak mentah Indonesia, dan harga patokan batu bara (HPB). Hal ini ditinjau dalam tiga bulan sekali.

Rida menyebut kebijakan perhitungan tarif ini tertuang dalam Peraturan Menteri ESDM Nomor 3 Tahun 2020 tentang Perubahan Keempat atas Peraturan Menteri ESDM Nomor 28 Tahun 2016 tentang tarif tenaga listrik yang disediakan oleh PT PLN (Persero).

Baca Juga :  Kapan Gelombang 15 Kartu Prakerja Dibuka ?

“Pemerintah melalui Kementerian ESDM telah menetapkan penyesuaian tarif tenaga listrik periode April-Juni 2021 untuk 13 pelanggan non subsidi per 1 April sampai dengan 30 Juni 2021 tidak mengalami kenaikan besaran tarif tenaga listrik,” ungkap Rida dalam keterangan resmi, dikutip Senin (8/3).

Ia menjelaskan pemerintah mengubah parameter ekonomi makro rata-rata pada November 2020-Januari 2021. Tercatat, rata-rata kurs sebesar Rp14.157 per dolar AS, inflasi 0,33 persen, HPB Rp762,84 per kg, dan harga minyak mentah Indonesia US$47,21 per barel.

Berdasarkan empat parameter tersebut, Rida menyatakan seharusnya penyesuaian tarif tenaga listrik berubah. Hal ini khususnya tenaga listrik untuk tegangan rendah, tegangan menengah, dan tegangan tinggi di atas tarif yang ditetapkan saat ini.

Baca Juga :  Pemilik Akun Youtube Penyebar Azan Jihad Ditangkap

“Dengan demikian, tarif tenaga listrik untuk pelanggan non subsidi baik tegangan rendah, tegangan menengah maupun tegangan tinggi tetap mengacu pada tarif periode sebelumnya Januari-Maret 2021,” ucap Rida.

Rida menyatakan tarif listrik pelanggan non subsidi untuk pelanggan tegangan rendah (TR) sebesar Rp1.444,7/kWh. Ini biasanya untuk pelanggan rumah tangga dengan daya 1.300 VA, 2.200 VA, 3.500 VA-5.500 VA, dan 6.600 VA ke atas.

Sementara, tarif listrik pelanggan rumah tangga 900 VA-RTM sebesar Rp1.352/kWh. Lalu, tarif untuk pelanggan tegangan tinggi (TT) yang digunakan industri dengan daya lebih dari 30.000 kVa ke atas sebesar Rp996,74/kWh.

(aud/agt) cnnindonesia

  • Bagikan
Positive SSL