Ciri E-commerce yang Dibenci Jokowi

  • Bagikan
a900c2a2 7697 40bb be5b 14f3ec0868a0 169

Jakarta —Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi menjelaskan alasan Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebut adanya praktik tidak benar di perdagangan digital dan menggaungkan benci produk asing.

Hal ini terjadi karena adanya e-commerce asing yang menjual produk impor secara tidak sehat dan membunuh pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal.

“Perlu diluruskan ada background (latar belakang) yang menyertai pernyataan Pak Presiden. Laporan saya ke beliau tentang laporan praktik yang tak sesuai di perdagangan e-commerce. Praktik e-commerce yang mendunia, praktik ilegal perdagangan predatory pricing, jadi harga yang membunuh kompetisi,” tutur dia dalam pernyataan Menteri Perdagangan yang disampaikan secara virtual, dikutip Jumat (5/3/2021).

Baca Juga :  Jaringan Internet Militer Malaysia Jadi Target Serangan Siber

Dia mengatakan bahwa e-commerce yang dimaksud adalah perusahaan internasional asing, bukan perusahaan asli Indonesia. E-commerce asing ini, menurut Lutfi, menjual barang-barang hasil meniru produksi UMKM dalam negeri. Mereka juga mempelajari apa yang disukai oleh masyarakat Indonesia.

Baca Juga :  Potensi Gempa Susulan, BMKG Minta Warga Majene Menjauhi Pantai

“Ada sebuah tulisan yang dikeluarkan lembaga internasional dunia tentang cerita bagaimana hancurnya kegiatan UMKM terutama di fashion Islam yang terjadi di Indonesia. Pada 2016-2018, sebuah industri rumah tangga mempunyai kemajuan yang luar biasa menjual hijab dan industri tersebut mempekerjakan 3.400 pekerja yang ongkosnya lebih dari US$ 650 ribu dollar/tahun,” kata Lutfi.

  • Bagikan