7 Dosa yang Membinasakan

  • Bagikan
e3aba2ea membunuh

Bismillah.Was shalatu wassalamu ‘ala Rasulillah, wa ‘ala alihi wa shahbihi ajma’in.

membunuhSaudaraku seiman yang semoga dirahmati oleh Allah Ta’ala, dalam kehidupan sehari-hari, tentu kita tidak akan pernah lepas dari yang namanya melakukan dosa sebagaimana sabda Rasulullah, “Setiap manusia pasti melakukan dosa, dan sebaik-baik orang yang melakukan dosa adalah orang yang bertaubat” (HR. Tirmidzi, Ibnu Majah).

Dari sabda Rasulullah di atas kita bisa menarik kesimpulan bahwasannya tidak ada satu orang pun di dunia ini yang tidak melakukan dosa. Akan tetapi Rasulullah memberikan kabar gembira bagi siapa saja dari umatnya  yang ingin bertaubat dari dosa dengan sebutan “sebaik-baik orang yang melakukan dosa”. Oleh karena itu, manusia yang terbaik adalah manusia yang banyak bertaubat dari dosa-dosanya.

Pembagian dosa

Menurut para ulama, dosa dibagi menjadi dua, yaitu dosa besar dan dosa kecil. Dosa kecil ialah setiap kemaksiatan yang dilakukan karena alpa atau lalai dan tidak henti-hentinya orang itu menyesali perbuatannya, sehingga rasa kenikmatannya dengan maksiat tersebut terus memudar. Adapun pengertian dosa besar ialah setiap dosa yang mengharuskan adanya had (hukuman) di dunia, atau yang diancam oleh Allah dengan neraka, laknat, atau murka-Nya. Dari kedua pembagian dosa di atas, kita akan memfokuskan pembahasan pada dosa-dosa besar dan contoh-contohnya.

Baca Juga :  Waspada Link Pendaftaran Prakerja Palsu 2021

Contoh-contoh dosa besar

Nabi Muhammad shallallāhu ’alaihi wa sallam bersabda, “Jauhilah oleh kalian tujuh dosa yang membinasakan”. Para sahabat bertanya, “Apa itu?”. Beliau menjawab, “Menyekutukan Allah, sihir, membunuh jiwa yang diharamkan oleh Allah kecuali dengan benar, memakan harta anak yatim, memakan riba, melarikan diri dari peperangan, menuduh berzina wanita-wanita mukminah yang suci.” (HR. Bukhari dan Muslim)

[1] Syirik

Para pembaca yang semoga dirahmati Allah, tentu banyak dari kita sudah sering mendengar perkara ini, bahkan sebagian kita mungkin saja ada yang sudah bosan mendengarnya. Memang sudah sangat sering kita mendengarkan permasalahan syirik, namun banyak dari kita yang masih saja terjerumus kedalamnya secara sadar atau tidak sadar. Padahal Allah telah berfirman (yang artinya), “Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa syirik dan Ia mengampuni dosa yang levelnya di bawah syirik bagi siapa yang Ia kehendaki” (QS. An Nisaa : 48). Bahkan di dalam ayat lain, Allah mengancam pelaku kesyirikan dengan neraka, sebagaimana firman Allah (yang artinya), “Barangsiapa yang menyekutukan Allah, sungguh Allah telah mengharamkan baginya surga dan tempat kembalinya adalah neraka” (QS. Al Maa-idah : 72). Allah dengan tegas menyatakan bahwa perkara kesyirikan merupakan sebuah perkara yang dapat menyeret pelakunya ke dalam neraka. Maka apakah kita tidak lagi tertarik untuk mempelajari perkara ini?

Baca Juga :  Indonesia Dilarang ke Saudi, Jadwal Umrah Bakal Diatur Lagi

[2] Sihir

Sihir merupakan sebuah perkara yang sudah terkenal di masyarakat. Sihir banyak sekali macamnya. Mulai dari jengges, pelet, santet, dan masih banyak lagi. Ternyata praktek ini juga sudah ada sejak zaman dahulu. Sebagaimana yang Allah ceritakan tentang peperangan Nabi Musa dengan para penyihir fir’aun di dalam surat Thaha yang berakhir dengan penyaliban para penyihir tersebut oleh fir’aun karena keimanan mereka. Akan tetapi ada yang berbeda dari praktek sihir yang ada di zaman sekarang. Kami telah melihat beberapa waktu lalu, ada seorang dukun yang mengaku-ngaku sebagai seorang ustadz dan ia memberikan pengobatan kepada pasiennya melalui sihir. Maka berhati-hatilah wahai saudaraku sekalian!

[3] Membunuh jiwa yang diharamkan oleh Allah kecuali dengan benar

  • Bagikan
Positive SSL