Lin Jarvis Tegaskan Pengembangan YZR-M1 Tidak Salah Jalan

79

MotoGP Motor balap Yamaha, YZR-M1, menghadirkan kontroversi di Kejuaraan Dunia MotoGP 2020. Pasalnya, YZR-M1 keluaran lama, yakni 2019, mampu menunjukkan performa yang lebih konsisten ketimbang keluaran terbaru, 2020.

Pada musim balap kemarin, terdapat tiga pembalap Yamaha yang menggunakan YZE-M1 versi terbaru. Mereka adalah Valentino Rossi, Maverick Vinales, dan Fabio Quartararo. Sedangkan, YZR-M1 2019 hanya digunakan oleh Franco Morbidelli.

_

Pada dua seri balapan pertama, YZR-M1 2020 mampu menunjukkan performa fantastis. Quartararo dan Vinales selalu tampil sebagai pemenang balapan dan runner-up di dua seri perdana tersebut.

Baca Juga :  Marquez Pamer Foto Rontgen Lengannya
Fabio Quartararo dan Maverick Vinales

Kendati demikian, seiring berjalannya musim, Quratararo, Vinales, dan Rossi justru mengalami penurunan performa. Sebaliknya, Morbidelli secara perlahan mampu menanjak hingga kemudian menjadi runner-up kejuaraan usai memenangkan tiga seri balapan.

Sementara itu, para pembalap Yamaha yang menggunakan YZR-M1 tak ada yang bisa finis di jajaran lima besar klasemen akhir. Bahkan, Quartararo yang meraih tiga kemenangan juga hanya bisa menempati urutan kedelapan. Hal ini seolah membuktikan YZR-M1 2019 lebih konsisten ketimbang versi 2020.

Baca Juga :  Lorenzo : Dovizioso Menganggur di MotoGP 2021 Itu Wajar

Maka dari itu, sejumlah pihak menilai bahwa YZR-M1 2020 adalah kegagalan karena tidak mampu menampilkan performa yang lebih baik dari versi sebelumnya. Pandangan tersebut tak ayal membuat Direktur Balap Yamaha, Lin Jarvis, merasa geram.