Lagi Populer, Ternyata Penggunaan Tali Masker Dinilai Berbahaya

  • Bagikan
090f7a71 mask strap 169

Health — Pemakaian strap mask atau tali masker tampaknya tengah populer di masyarakat. Selain menjadi bagian dari fesyen, tali masker juga dianggap mempermudah penggunaan masker saat beraktivitas.

Saat harus membuka masker, pengguna bisa cukup menggantungkan maskernya di leher dengan bantuan tali tersebut.

Meski terlihat modis, namun ternyata penggunaan tali masker tak sepenuhnya bermanfaat. Alih-alih mempermudah, penggunaan tali justru berisiko menularkan virus.

“Justru berbahaya, karena lapisan luar yang berhubungan dengan udara luar jadi bisa terkena kulit atau terpegang oleh tangan. Terus, nanti tangan menyentuh mata hidung,” ujar dokter spesialis paru-paru, Erlang Samoedro, pada CNNIndonesia.com, Rabu (24/1).

Baca Juga :  Makanan dan minuman yang efektif menurunkan kolesterol

Dengan alur sedemikian rupa, penggunaan tali masker justru akan menambah atau memicu risiko penularan virus corona penyebab Covid-19.

Hal yang sama juga diungkapkan oleh Ketua Bidang Penanganan Kesehatan Satgas Covid-19, Brigjen TNI (Purn) dr Alexander K Ginting. “Sebenarnya, bagian dalam masker itu tidak boleh kontak dengan lain-lain, kecuali dengan bagian tubuh,” kata dia, dalam konferensi pers yang disiarkan di kanal YouTube BNPB, beberapa waktu lalu.

Saat digantung, masker akan mengenai pakaian, yang bisa jadi terkontaminasi virus. Padahal, aturan yang benar adalah bahwa masker tak boleh bersentuhan dengan benda apa pun, kecuali bagian tubuh.

Baca Juga :  Jadwal 16 Besar Liga Champions Pekan Ini

Masker, lanjut Alexander, tak seharusnya terlalu sering dilepas-pasang. Pasalnya, sangat mungkin ada virus yang menempel di permukaannya. Saat disentuh, tangan yang terkena bagian terkontaminasi akan menularkan virus ke hidung atau mata saat menyentuh wajah.

“Naik turunnya masker itu yang kita khawatirkan, terlebih jika jari-jari kita menyentuh bagian luar masker,” kata Alexander.

Ganti Masker

  • Bagikan
Positive SSL