Tanda bra yang dikenakan terlalu ketat

  • Bagikan
d5a873a8 underwear 627302 1920


Pakaian ketat terutama pada tubuh bagian atas dapat meningkatkan tekanan intra-abdominal hingga seseorang dapat mengalami refluks asam yang didorong dari perut ke esofagus bagian bawah

Jakarta (cakrawalarafflesia) – Mengenakan pakaian dalam yang tidak pas atau tidak sesuai dengan ukuran tubuh, tentu tidak akan nyaman. Sama halnya dengan bra, ketika Anda mengenakan bra yang longgar rasanya mungkin kurang menopang. Tetapi bra yang terlalu ketat tidak hanya akan membatasi gerakan Anda, namun dapat menyebabkan rasa sakit pada punggung dan payudara.

Tali pengikat dan kawat bawah bra yang terlalu ketat dapat bahu dan tubuh bagian atas terasa sesak dan nyeri.

Berikut adalah beberapa tanda bahwa bra yang Anda kenakan terlalu ketat, seperti dilansir dari laman Healthline pada Selasa.

Baca juga: Memilih bra tanpa kawat yang nyaman

1. Kulit iritasi atau lecet

Bra yang ketat dapat menyebabkan sejumlah masalah kulit, termasuk folikulitis, dermatitis, ruam panas, dan gatal-gatal.

“Saat pakaian ketat menggosok kulit, hal itu dapat menyebabkan keringat berlebih serta iritasi dan peradangan pada folikel rambut,” kata Heather Downes, MD, ahli kulit bersertifikat dan pendiri Lake Forest Dermatology.

Baca Juga :  Tips padukan padan busana dengan tas bermotif

Tidak hanya itu, bakteri dan jamur di permukaan kulit bisa lebih mudah menembus ke dalam folikel rambut ini sehingga menyebabkan infeksi, tambah Downes. Ruam panas terjadi ketika saluran keringat tersumbat, dan gatal-gatal dapat semakin menjadi-jadi karena adanya tekanan pada kulit.

2. Anda terus-menerus menyesuaikan posisi bra

Bila Anda sering memperbaiki posisi bra, entah itu hanya sekedar menyesuaikan strap atau band saat bra bergeser seiring dengan gerakan Anda, bisa jadi itu karena ukuran bra yang dikenakan tidaklah sesuai dengan tubuh Anda.

Baca juga: Passion Prive rilis bra premium bertabur berlian

3. Mengalami refluks asam lambung

“Pakaian ketat terutama pada tubuh bagian atas dapat meningkatkan tekanan intra-abdominal hingga seseorang dapat mengalami refluks asam yang didorong dari perut ke esofagus bagian bawah,” kata Downes.

4. Bagian samping payudara kadang bergeser dari cup bra

Kadang-kadang bra tampak pas di ruang ganti, tetapi saat Anda bergerak sepanjang hari, payudara Anda mulai tidak berada pada cup yang seharusnya.

“Cup yang terlalu kecil bisa menyakitkan untuk dipakai, terutama jika ada kawat di bagian bawahnya,” kata Robynne Winchester, pemilik perusahaan pakaian dalam Bay Area Revelation in Fit.

Baca Juga :  Usai masker kain, rantai juga jadi tren saat pandemi

5. Tubuh bagian atas sakit

“Masalah paling umum tentang ukuran bra adalah cup yang terlalu kecil dan tali yang terlalu longgar,” kata Winchester. “Ini menghasilkan bra yang tidak mendukung, tidak nyaman, dan menyebabkan masalah seperti nyeri bahu dan punggung.”

Winchester mengatakan bahwa orang sering kali mengkompensasi tali yang terlalu longgar dengan mengencangkan tali terlalu banyak. Hal ini justru membuat bahu menjadi tegang.

Berbicara tentang tali pengikat yang ketat, Downes mengatakan masalah yang umum terjadi adalah masalah kulit yang memburuk karena pengikat yang terlalu ketat.

“Berdasarkan pengalaman para pasien saya, tali bra ketat yang bergesekan pada lesi kulit jinak seperti keratosis seboroik dan tahi lalat bisa menjadikan permukaan kulit membengkak atau berdarah, kemudian disertai rasa nyeri.”

Baca juga: Serba-serbi Hari Tanpa Bra yang diperingati setiap 13 Oktober

Baca juga: Apa yang terjadi bila Anda berhenti pakai bra?

Baca juga: Begini cara menentukan ukuran bra dengan tepat

Penerjemah: Maria Rosari Dwi Putri
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © cakrawalarafflesia 2021



Source link

  • Bagikan
Positive SSL