Sekolah Sistem Ganjil Genap – Rakyat Bengkulu Online

  • Bagikan
75329191 11 foto a 3

11 FOTO A 3
TATAP MUKA: Suasana kelas saat memulai belajar tatap muka pertama Senin (15/2). (Foto Shandy/rb)

ARGA MAKMUR – Hampir 600 sekolah TK hingga SMA dan SMK kemarin melakukan belajar tatap muka hari pertama. Pembelajaran hari pertama ini berjalan lancar dengan masa belajar tiga jam masing-masing sekolah dengan 50 persen siswa yang masuk.

Sekolah menerapkan sistem ganjil genap bagi siswa yang belajar sesuai dengan nomor absensi. Mereka yang nomor absensinya ganjil belajar di hari Senin kemarin dan selanjutnya bergantian belajar selama tiga hari seminggu.

Kadis Pendidikan Dr. Agus Haryanto, SE, MM menuturkan jika semua sekolah sudah tuntas melaksanakan pembelajaran di hari pertama. Setiap sekolah juga menerapkan protokol kesehatan sesuai dengan surat edaran Bupati terkait dengan pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM).

Baca Juga :  Untuk Tingkatkan Kedisiplinan New Normal Bengkulu Terbitkan Pergub

“Kita sudah cek melalui pengawas masing-masing kecamatan. Sejauh ini berjalan lancar,” katanya.

Pembelajaran dilakukan mulai pukul 07.30 WIB – 10.30 WIB. Seluruh siswa juga wajib mengikuti protokol kesehatan dengan menggunakan masker dan dilarang berkumpul atau berdekatan antar siswa. Selain itu mayoritas siswa juga dijemput oleh orangtuanya saat pulang sekolah.

“Kita berharap wali siswa dan siswa tetap patuh pada prokes yang diwajibkan pemerintah,” katanya.

Ia yakin jika memang sekolah menerapkan prokes yang ditetapkan pemerintah, maka tidak akan ada kasus Covid-19 yang akan menyerang lingkungan pendidikan di BU. Ia juga meminta disiplin prokes ini diterapkan hingga ke tingkat keluarga.

Baca Juga :  Gubernur Bengkulu Resmikan Penggilingan Karet dan Tinjau Kandang Sapi Binaan BUMP

“Kita ingin PTM ini berlangsung lama sesuai dengan keiinginan orangtua selama ini. Kuncinya patuhi prokes,” ujarnya.

Ia juga meminta guru-guru memadatkan pelajaran sehingga bisa cepat diterima oleh siswa. Mengingat memang selama ini pembelajaran terganggu dengan sistem dalam jaringan.

“Setelah satu hari, siswa tidak libur melainkan belajar di rumah. Termasuk tetap dilakukan belajar daring jika memang dibutuhkan oleh siswa. Jadi belajar setiap hari, namun dengan pola sehari tatap muka dan sehari daring,” pungkas Agus. (qia)

  • Bagikan