Varian Baru Covid-19 Belum Masuk Indonesia

Jakarta — Direktur Lembaga Biologi Molekuler Eijkman Amin Soebandrio mengatakan sejauh ini di Indonesia belum ditemukan mutasi atau varian baru Covid-19 seperti yang ditemukan Inggris, Amerika Serikat (AS) dan Afrika Selatan.

Saat ini setidaknya ada tiga varian virus corona yang sudah terdeteksi menyebar di berbagai negara, yakni B.1.17, B1.1.1.28.1/P1, dan B.1.351. Varian-varian ini juga telah menghasilkan berbagai mutasi yang berbeda dari genom SARS-CoV-2 yang ditemukan di Wuhan, China.

“Sejauh ini kami belum menemukan mutasi virus dari Covid-19,” ujarnya kepada CNNIndonesia.com, Selasa (9/1).

Ia menjelaskan hal ini mengacu berdasarkan Whole Genome Sequence (WGS) virus corona SARS-CoV-2 yang dikirimkan ke GISAID. Namun ia tidak menjelaskan kapan terakhir kali WGS dikirimkan ke GISAID.

Baca Juga :  Respon Habib Rizieq Usai Didenda Pemprov DKI Rp50 Juta

GISAID sendiri merupakan institusi yang dibuat oleh Pemerintah Jerman dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Internasional untuk mempelajari data genetika virus. Lembaga tersebut terbiasa melakukan studi ribuan genom virus atau mikroba penyebab wabah dunia, termasuk saat ini virus corona SARS-CoV-2.

Sebelumnya, Afrika Selatan telah menghentikan penggunaan vaksin virus Covid-19 AstraZeneca-Oxford, setelah terbukti vaksin tersebut tidak dapat melindungi pasien yang disebabkan oleh varian Covid-19 terbaru.

Sebanyak 46 ribu orang diketahui meninggal akibat terpapar varian virus B.1.351 di Afsel. Ini merupakan penanda, varian virus tersebut berbahaya dan telah menyebar hampir ke 32 negara termasuk Amerika Serikat.

Baca Juga :  Setelah 14 Tahun, Kim Ki Bum Ungkap Alasannya Tinggalkan Super Junior

Para ilmuwan di Afrika Selatan mengatakan kepada NY Times, setelah uji klinis vaksin AstraZeneca-Oxford, vaksin ini tidak melindungi pasien yang terinfeksi varian virus dengan nama B.1.351. Padahal sebagian pasien memiliki gejala ringan hingga sedang.

Bukti tersebut terlihat setelah hampir satu juta dosis vaksin AstraZeneca-Oxford tiba di Afrika Selatan minggu lalu.

Para ilmuwan menilai, kemanjuran vaksin AstraZeneca-Oxford sangat minim untuk terlindung dari B.1.351 dan membuat vaksin ini kurang efektif. Namun temuan penelitian ini belum dipublikasikan dalam jurnal ilmiah.

Produsen vaksin Pfizer dan Moderna mengatakan, hasil uji lab yang ia lakukan menunjukkan bahwa vaksin mereka tidak efektif terhadap varian virus Covid-19 B.1.351.

sumber cnnindonesia

[wp-rss-aggregator sources="34413"]