Amphetamin, Narkoba yang Bikin Ridho Rhoma Kembali Ditangkap Polisi

36

Kabar mengejutkan datang dari Ridho Rhoma. Putra Raja Dangdut Rhoma Irama tersebut kembali tertangkap polisi terkait kasus penyalahgunaan narkoba.

Padahal, Ridho Rhoma tahun lalu baru selesai menjalani rehabilitasi narkoba di Rumah Sakit Ketergantungan Obat (RSKO), Jakarta Timur. Kali ini, pria berusia 32 tahun tersebut diamankan Polres Pelabuhan Tanjung Priok lantaran positif amphetamin. Tak hanya itu, Ridho Rhoma juga kedapatan memiliki barang bukti berupa ekstasi.

“Positif Amphetamin ya. Amphetamin itu kan ekstasi,” ungkap Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus saat dihubungi awak media, Minggu (7/2/2021).

Baca Juga :  Menyanyikan Lagunya Dalam Bahasa Korea, Rossa Dibanjiri Pujian

Pihak kepolisian masih menjalani pemeriksaan terhadap Ridho Rhoma. “Masih jalani (pemeriksaan) dulu,” ujarnya.

Lalu, apa sebenarnya Amphetamin yang dikonsumsi Ridho Rhoma? Melansir Medical News Today, Amphetamin merupakan zat yang berperan sebagai stimulator untuk sistem saraf pusat.

Ridho Rhoma

Dokter sering menggunakan Amphetamin untuk mengobati beberapa kondisi medis seperti attention deficit hyperactivity disorder (ADHD). Hanya saja penggunaan Amphetamin memang harus dengan resep dokter karena bisa menyebabkan kecanduan.

Cara kerja amphetamin adalah mengaktifkan reseptor di otak dan meningkatkan aktivitas sejumlah neurotransmiter, terutama norepinefrin dan dopamin. Maka tak heran bila penggunaan obat ini dapat pula menghasilkan perasaan euforia karena dopamin dikaitkan dengan kesenangan, gerakan, dan perhatian. Efek itulah yang membuat obat ini digunakan untuk mengatasi ADHD dan depresi.

Baca Juga :  Personel BTS hingga BIGBANG Berbagi Ceria Natal di Medsos

Selain itu, obat ini terbukti dapat memperbaiki perkembangan otak dan pertumbuhan saraf pada anak-anak dengan ADHD. Pengobatan dapat mencegah terjadinya perubahan fungsi dan struktur otak yang tidak diinginkan. Terlebih pada orang yang memiliki ADHD, mereka memerlukan stimulan.