Kabid P3 Dinkes Kepahiang Rasakan Lapar Dua Hari Usai Disuntik Vaksin Covid

40

Kepahiang Imunisasi vaksin Covid-19 jenis Sinovac sudah disuntikkan kepada  rata – rata Tenaga Kesehatan (Nakes) di Kabupaten Kepahiang Provinsi Bengkulu awal Februari lalu.

Sebab dalam pelaksanaannya, sejumlah Nakes masih ditunda jadwal vaksinasinya dengan alasan tertentu. Usai divaksin, ada Nakes yang merasakan reaksinya. Seperti dialami Kabid P3 Dinkes Kepahiang, Wisnu Irawan, S.Kep, Minggu (07/02/2021).

_

“Kalau efek dari penyuntikan vaksin, reaksi yang dirasakan berbeda – beda tergantung imunnya. Kalau yang saya rasakan, satu jam usai disuntik ada rasa ngantuk dan lapar dalam dua hari,” sampai Wisnu.

Baca Juga :  "Belajar Dirumah" Orang Tua Menjerit Karena Kuota Internet

Lebih lanjut dikatakan Wisnu, suntik vaksin Covid-19 harus dilaksanakan saat penerima vaksin dalam kondisi sehat.

“Ditunda kalau hasil screning Nakes belum dibolehkan suntik. Salah satu contohnya, jika tensi darah di atas 140 per 90 atau lagi batuk dalam satu minggu terakhir. Jadi bukan tidak diberikan (Suntik), nanti saat mereka screning ulang sudah normal, bisa disuntikkan” ujar Wisnu.

Lebih lanjut, Wisnu mengatakan, suntik vaksin covid jenis Sinovac dilakukan dua kali dengan jarak dari suntikan pertama minimal 14 hari. “Vaksin pertama sebagai tahap pengenalan makanya dilanjutkan ketahap kedua sebagai penguatan antibodi. Diharapkan setelah 14 atau 28 hari menerima vaksin kedua, antibodi sudah terbentuk sempurna,” lanjutnya.

Baca Juga :  Satlantas Polres Kepahiang Bedah Buku Penyisipan Pelajaran Lalu Lintas Dalam PPKN

Wisnu juga mengingatkan masyarakat agar tidak takut disuntik vaksin covid. “Sudah ada fatwa dan ijin BPOM, jadi vaksin ini aman. Sesuai tujuan pemerintah, vaksin Covid diharapkan membentuk herd imuniti atau kekebalan kelompok sehingga menekan angka kesakitan dan kematian akibat terpapar Covid,” pungkas Wisnu.

SC radarkepahiang