Duel Rebutan Pacar, Pelajar SLTA Tewas

  • Bagikan
50fde356 pelajar slta tewas usai duel rebutan pacar

pelajar slta tewas usai duel rebutan pacar ojAX1NFvso

BUKITTINGGI – Diduga dipicu rebutan pacar, dua orang pelajar SLTA di Kota Bukittinggi, Sumatera Barat terlibat perkelahian hingga berujung kematian. Polisi mengamankan pelaku dan helm yang digunakan untuk memukul kepala korban.

Fito Khair Khalis, (17), siswa kelas 10 Madrasah Aliyah Negeri 1 Bukitttinggi, Sumatera Barat akhirnya menghembuskan nafas terakhir di ruang unit gawat darurat Rumah Sakit Yarsi Bukittinggi. Fito tewas dengan kondisi gegar otak dan pendarahan di kepala, diduga akibat benturan.

Kepada polisi, teman korban, Arkan Rasyid menyebutkan korban tewas setelah bertengkar dengan pelaku, yang berinisial NR, dipicu masalah rebutan teman wanita. Korban Fito diduga tak terima mantan pacarnya berpacaran dengan pelaku NR, (17), siswa kelas 10 SMA Pembangunan, Bukittinggi.

Fito dan NR terlibat pertengkaran di aplikasi WhatsApp hingga berjanji bertemu di kawasan Belakang Balok. Pada Sabtu (6/2/2021) pukul 12 siang, keduanya bertemu di depan rumah dinas Wali Kota Bukittinggi.

Baca Juga :  Cara Pembelian Menu BTS Meal di McD Lengkap Harganya

“Ini masalah cewek, si Vina itu mantannya Fito. Pelaku pacar Vina itu janjian ketemu Fito, di sana sudah menunggu 3 orang,” kata Arkan yang juga siswa MAN 1 Bukttinggi.

Begitu sampai di lokasi, korban Fito yang turun dari motor langsung dipukul oleh pelaku NR di bagian rahang dengan helm. NR lalu menginjak kepala korban yang sudah jatuh dan terbaring di jalan.

Kasat Reskrim Polres Bukittinggi AKP. Chairul Amri menyebutkan bahwa korban dibawa oleh pelaku dan warga ke rumah sakit dalam kondisi kritis. Enam jam dalam perawatan medis namun nyawa korban tak tertolong.

“Pemicunya adalah perebutan perempuan atau pacar, kejadian tersebut korban dilarikan ke rumah sakit dan tadi pukul 18.17 korban dinyatakan meninggal dunia. Sesaat setelah korban tiba di TKP turun dari motor dan korban langsung dipukul pakai helm dan jatuh lalu diinjak oleh pelaku ABH,” kata AKP Chairul Amri.

Baca Juga :  Donasi, Bantu Heru Dapat Buang Air Kecil Kembali

Polisi dengan mudah mengamankan pelaku NR saat masih berada di rumah sakit menunggui korban yang kritis. Polisi juga menyita barang bukti helm yang digunakan NR untuk memukul korban.

Pelaku terancam dijerat undang-undang perlindungan anak dan undang-undang sistem peradilan pidana anak. Sementara jenazah korban dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Sumbar untuk diotopsi.

Hingga Minggu (7/2/2021) siang jenazah korban masih berada di Padang.

Setelah proses autopsi selesai, jenazah korban Minggu sore akan segera dimakamkan di pemakaman keluarga di Jangkak, Bukittinggi.

(dka)

Source by

  • Bagikan
Positive SSL