Tegakkan PPKM di Pasar Tradisional, Kapolsek Parangloe Harap Warga Dapat Patuh dan Paham Pentingnya Prokes

4

PARANGLOE – Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Kabupaten Gowa kini telah dilaksanakan oleh tim terpadu yang terdiri dari Personel Polsek Parangloe, koramil Parangloe, Satuan Pamong Praja dan pihak Puskesmas serta Pemerintah Kecamatan Parangloe dengan melakukan Operasi Yustisi di pasar tradisional Bontojai, Desa Borisallo, Kecamatan Parangloe, Kabupaten Gowa, Jumat (05/02/2021).

Sebelum kegiatan tersebut, tim terpadu Operasi yustisi terlebih dahulu melaksanakan Apel pengecekan personel di depan pasar, kemudian dilanjutkan dengan arahan oleh unsur Muspika.

Baca Juga :  HUT Ke-75 TNI, Kapolda Bengkulu Berikan Kue Ulang Tahun Ke Danren Gamas

Kapolsek Parangloe AKP Kasmawati saat memimpin apel menekankan bahwa kegiatan Operasi Yustisi ini untuk menindaklanjuti kebijakan Pemerintah Kabupaten Gowa dalam rangka pemberlakukan Pembatasan Kegaiatan Masyarakat guna menekan penyebaran Covid-19.

“Pada operasi yustisi sesuai dengan aturan kali ini kita menerapkan sistim sanksi berupa uang apabila ditemukan warga tidak memakai masker yang dilaksanakan oleh pihat Satpol PP,” ungkap Akp Kasmawati.

Baca Juga :  Lima Ahli Waris Pasien Covid di Kepahiang Akan Dapat Bantuan Dari Kemensos

Pada kesempatan itu juga, Kapolsek Parangloe melalui Pengeras suara tetap mengimbau kepada pengunjung pasar agar menggunakan masker serta jaga jarak dan menyampaikan bahwa saat ini telah diberlakukan PPKM di wilayah Kab Gowa.

“Operasi yustisi seru terus dilakukan ditempat tempat umum dengan harapan warga dapat patuh dan memahami pentingnya prokes semasa pandemi Covid 19,” tegas Kapolsek saat ditemui diakhir kegiatan.

sumber rakyatnews