Basmi Knalpot Bising, Satlantas Kepahiang Gunakan “Granat”

  • Bagikan
7a8ce628 images 2021 02 05t131833.655

Kepahiang Menindaklanjuti keresahan masyarakat terhadap suara knalpot racing atau rongak yang masih berkeliaran di jalanan. Polres Kepahiang Polda Bengkulu mengeluarkan trobosan baru. Melalui Gerakan Anti Kenalpot Bising (Granat), Satlantas Polres Kepahiang memastikan akan menindak tegas setiap pemilik kendaraan roda dua yang menggunakan kenalpot racing.

Kapolres Kepahiang Polda Bengkulu, AKBP. Suparman, SIK, MAP melalui Kasat Lantas, Iptu. Fery Octaviari Pratama, SIK, MH menjelaskan, Granat trobosan baru yang diprogramkan khusus untuk menindak pengguna knalpot bising.

Selain melalui operasi pemeriksaan, Granat dilaksanakan dengan hunting personel di lapangan.

Baca Juga :  Kapolda Sumsel Diganti, Status Heryanti di Tangan Irjen Toni – cakrawalarafflesia

“Mudah – mudahan saja nanti dengan Granat, pengguna knalpot bising bisa berkurang,” jelasnya, Kamis (04/02/2021).

Dikatakan Fery, dalam menindak pelanggaran ini pihaknya tetap mengacu kepada ketentuan yakni UU LLAJ Nomor 22 tahun 2009 pasal 285 ayat 1 tentang pengendara sepeda motor yang tidak memiliki layak teknis. Kemudian Permen lingkungan Hidup Nomor 7 tahun 2009 tentang ambang batas kebisingan kendaraan bermotor tipe L (R2).

Baca Juga :  Rekan Sejawat Lepas Kepergian Kakek Dulmukti– cakrawalarafflesia

“Untuk sepeda motor dengan CC kurang dari 175, standar kebisingannya 80 desibel. Untuk sepeda motor di atas 175 CC, standar kebisingan maksimal 83 desibel,” jelasnya.

Dengan ketentuan hukum di atas, Fery menambahkan, kalau pelanggar dapat dikenakan sanksi berat hingga kurungan dalam penjara hingga 1 bulan atau denda sebesar Rp 250 ribu. “Jangan salah – salah, pengguna knalpot bising bisa dipenjara juga,” tegasnya.

sc radarkepahiang

  • Bagikan
Positive SSL