3 Kontroversi Abu Janda Selain Sebut Islam Agama Arogan

  • Bagikan
9d1dfdf5 3 kontroversi abu janda selain sebut islam agama arogan apa saja zvh0thzjdg

JAKARTA – Permadi Arya atau yang akrab disapa Abu Janda tengah menjadi sorotan publik. Dia terancam berhadapan dengan kasus hukum akibat cuitannya di media sosial (medsos) yang menyebut ada Islam yang ‘arogan’ karena mengharamkan kearifan lokal di Indonesia.

Cuitan Abu Janda itu lantas dipolisikan Medya Rischa, Jumat (29/1/2021). Laporan Medya diterima dengan nomor: LP/B/0056/I/2021/BARESKRIM. 

Ternyata sebelum masalah cuitannya, Abu Janda pernah membuat kehebohan lain. Berikut ini sederet kontroversinya yang telah dirangkum MNC Portal Indonesia.

1. Menghina Bendera Tauhid

Muhammad Alatas dari Majelis Al Munawir melaporkan Permadi Arya ke Polda Metro Jaya pada 14 November 2018 oleh. Laporan tersebut tercatat dengan nomor LP TBL/6215/XI/2018/PMJ/Dit.Reskrimsus. 

Baca Juga :  Tips Hilangkan Iklan di Handphone Samsung

Abu Janda diduga melakukan penghinaan terhadap bendera Tauhid. Abu Janda dipolisikan lantaran uggahannya di akun Facebook ihwal bendera hitam bertuliskan kalimat tauhid yang juga terpampang di kediaman Rizieq Shihan di Makkah bukan panji Rasulullah, melainkan bendera teroris. 

Atas laporan tersebut, Abu Janda diduga melanggar pasal Pasal 28 ayat 2 Juncto Pasal 45 ayat 2 UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang ITE. Saat melaporkan, Alwi turut membawa beberapa barang bukti seperti tautan Facebook, dan video Abu Janda, serta saksi-saksi yang diajukan.

Baca Juga :  Bitcoin Tembus Rekor Tertinggi Rp883 Juta Akhir Pekan Lalu

2. Teroris Memiliki Agama

Tak hanya kali ini saja Abu Janda mengeluarkan pernyataan yang membawa-bawa agama Islam. Di bulan Desember 2019 llau, Abu Janda sempat menyebut bahwasanya teroris memiliki agama, dan Islam sebagai agama teroris.

Atas pernyataanya, Ikatan Advokat Muslim Indonesia (Ikami) melaporkan Abu Janda ke Bareskrim Mabes Polri atas dugaan ujaran kebencian. Laporan tersebut tercatat dengan nomor laporan polisi STTL/572/XII/2019/BARESKRIM dan baru diproses sekira Mei 2020.

3. Ujaran Rasisme terhadap Natalius Pigai

  • Bagikan