Ternyata Kol Goreng, Cuma Enak Tapi Tak Sehat

  • Bagikan
512d518d ilustrasi kol goreng 169

HealthJika dulu makan pecel ayam atau lele sudah cukup dengan tambahan sambal kacang dan lalap, kini tak bakal lengkap tanpa kol goreng. Banyak orang kini meminta agar kol mentah yang biasanya menjadi lalapan juga ikut digoreng. Namun, sehatkah makan kol goreng?

Proses menggoreng kol dalam waktu singkat akan membuat tekstur kol menjadi lebih lunak. Namun, dalam waktu yang lama, kol akan menjadi kering dan renyah. Warna kol yang semula putih juga akan berubah menjadi kecoklatan. Tak dimungkiri, menggoreng juga membuat kol lebih beraroma.

Bagaimana dengan nilai gizi kol goreng?

Baca Juga :  12 Resep sahur dengan tumis sosis

Dokter spesialis gizi klinis Maya Surjadjaja menjelaskan proses penggorengan memiliki dua tahapan. Pertama, proses dehidrasi atau berkurangnya kelembapan dalam makanan. Lalu, proses minyak ataupun lemak yang terkandung di dalamnya menyerap ke dalam makanan.

Proses ini membuat kelembapan dan cairan di dalam kol ikut berkurang dan digantikan dengan minyak.

“Sayuran adalah bahan makanan yang kalau digoreng paling banyak menyerap minyak,” kata Maya dalam konferensi pers Sasa, beberapa waktu lalu.

Baca Juga :  Awas! Ini Cara Pelaku Ambil Alih Akun Whatsapp Anda

Hal ini berarti nutrisi yang terdapat dalam sayur kol akan hilang. Maya menyebut proses penggorengan akan membuat kandungan air berkurang signifikan, serta vitamin dan antioksidan berkurang dalam jumlah banyak. Semakin lama penggorengan semakin banyak zat gizi yang berkurang.

“Saya ngerti kol yang digoreng enak. Tetapi, sayuran yang digoreng jelek, ya bagaimanapun tetap jelek,” kata Maya.

Oleh karena itu, Maya menyarankan agar kol sebaiknya tidak digoreng agar nutrisi yang terkandung di dalamnya dapat diserap tubuh secara optimal.

cnn

  • Bagikan
Positive SSL