BMKG Sebut Dentuman Lampung Bukan Akibat Gempa

2

Jakarta — Badan Meteorologi Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Lampung dalam penjelasan di Instagram menyebut tidak mencatat gempa bumi di daerah Lampung saat terjadi dentuman.

“Terkait suara dentuman dan getaran di wilayah Tanggamus, Lampura, dan Pringsewu, bahwa jam 10-an tadi alat kami tidak mencatat adanya gempa bumi di wilayah Lampung maupun awan-awan hujan di sekitar lokasi tersebut,” demikian keterangan BMKGLampung.

Sebelumnya,dentumanmisterius dilaporkan terdengar di ProvinsiLampungpada Kamis (28/1) malam. Dentuman ini terdengar oleh warga di Tanggamus, Pringsewu, dan Lampura.

Dentuman Lampung ini juga dikabarkan sejumlah warganetdi media sosial. Akun twitter Lampung Fess, @lampungbase, menanyakan warga yang mendengar dentuman.

“Geh! selain wilayah tanggamus, mana aja yang denger dentuman/gempa 1 detik?,” kicau@lampungbase.

Baca Juga :  230 Ribu Data Pasien Covid-19 di Indonesia Bocor dan Dijual Hacker

Ada juga yang menanyakan langsung ke akun resmi BMKG.

“Ada penjelasan suara dentuman keras di area pesisir selatan Lampung min?” kata @darakoebiroe kepada akunBMKG.

Sejumlah warganet lain juga mempertanyakan pertanyaan serupa terkait dentuman misterius di akun Twitter @infoBMKG.

Dentuman serupa juga sempat terdengar di pesisir Desa Maliaya, Kecamatan Malunda, Kabupaten Majene, Selasa (26/1), sekitar pukul 09.00 WITA.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan dentuman itu bukan berasal dari gempa. Sebab, menurut Kepala bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono mengatakan pihaknya tidak mendeteksi aktivitas gempa saat dentuman tersebut terjadi.

Baca Juga :  Moeldoko Bela UU Ciptaker: Mau Diajak Bahagia Kok Susah Amat!

“Saya hanya memastikan itu bukan gempa,” ujar Daryono kepadaCNNIndonesia, Kamis (28/1).

Pada 2020, sejumlah dentuman misterius juga terjadi di beberapa tempat di tanah air. Pada 11 April 2020 dini hari, dentuman misterius menggegerkan warga di wilayah Jabodetabek.

Pada 11 Mei 2020 sekitar pukul 00.00-02.00 WIB. Sebagian orang di Ngawi, Sragen, Boyolali, hingga Grobokan melaporkan mendengar suara dentuman misterius tersebut.

Dentuman ketiga terjadi pada 21 dan 22 Mei 2020. Sebagian orang yang tinggal di Kota Bandung dan sekitarnya.

Lalu dentuman misterius kembali terdengar di DKI Jakarta, khususnya wilayah Jakarta Selatan pada Minggu (20/8), sekitar pukul 19.00-20.00 WIB.

sc cnnindonesia