Kemenkes: Usulan Untuk Lockdown Jawa Harus Dikaji Lebih Lanjut

  • Bagikan
453fdfc9 f21f 4169 921b 8f2660b978eb 169

CR — Juru Bicara Vaksin Covid-19 Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmizi mengatakan akan mengkaji usulan lockdown Pulau Jawa setelah tembus satu juta kasus Covid-19.

“Banyak hal yang perlu dikaji untuk melakukan lockdown, dan ini sifatnya harus dinilai dari berbagai hal, termasuk pertimbangan epidemiologis dan pemda, untuk itu kami [Kemenkes] harus diskusi lebih lanjut,” kata Nadia kepada CNNIndonesia.com, Rabu (27/1).

Ia juga mengatakan, masyarakat disiplin mematuhi protokol kesehatan yang ditetapkan bisa melandaikan laju penularan Covid-19.

Baca Juga :  Malaikat Ini yang Mampu Membuat Malaikat Jibril Gelisah dan Takut

“Kuncinya di situ, pembatasan mobilitas dan disiplin 3M,” ucapnya.

Sebelumnya, usulan lockdown pulau Jawa disampaikan oleh Epidemiolog Universitas Griffith Australia, Dicky Budiman.

Dicky mengatakan, pemerintah sudah seharusnya menerapkan karantina wilayah atau lockdown setelah total positif Covid-19 mencapai 1 juta kasus.

“Memang seharusnya untuk Pulau Jawa itu lockdown. Karena situasi berdasarkan indikator epidemiologis sudah mendukung itu, karena episentrum kasus Covid-19 ya di Pulau Jawa,” kata Dicky, Selasa (26/1).

Baca Juga :  5 penyebab perut buncit yang bisa Anda alami

Kasus positif Covid-19 sendiri bertambah sebanyak 13.094 sehingga akumulasi kasus positif mencapai 1.012.350 kasus. Selain angka sembuh mencapai 820.356, total angka kematian sebanyak 28.468 kasus, dan masih tersisa kasus aktif sejumlah 163.526, pada Selasa (26/1) ini.

cnn

  • Bagikan