Anggaran PEN 2021 Bengkak Jadi Rp553 Triliun, BLT Akan Diguyur Lebih Banyak

JAKARTA – Pemerintah memproyeksikan alokasi anggaran untuk program pemulihan ekonomi nasional (PEN) tahun ini akan mencapai Rp553,09 triliun.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartato mengatakan jmlah tersebut hampir mendekati realisasi 2020 yang mencapai Rp579,8 triliun.

“Dalam rapat sidang kabinet lalu, paripurna, dan dalam rapat-rapat kami, Kementerian Keuangan sudah melakukan pendataan dan angka terkait alokasi pemulihan ekonomi 2021 ini besarnya Rp553 triliun,” kata Airlangga dalam video virtual, Selasa (26/1/2021).

Baca Juga :  Istana Merespons Ancaman terkait Diskusi Pemberhentian Presiden

Rinciannya peningkatan alokasi anggaran PEN tersebut, dari yang sebelumnya Rp403,0 triliun, merupakan bentuk komitmen peemerintah, serta upaya untuk mendorong pemulihan ekonomi dan penanganan Covid-19. Termasuk anggaran bantuan sosial (bansos) dengan skema bantian langsung tunai

Baca Juga :  6 Fakta Persiapan Bansos Pegawai Yang Akan Cair 25 Agustus 2020

“Anggaran pos perlindungan sosial adalah sebesar Rp150,96 triliun, di antaranya untuk PKH 10 juta KPM, kartu sembako, Prakerja, BLT Dana Desa, bansos tunai bagi 10 juta KPM, subsidi kuota pembelajaran jarak jauh (PJJ), dan diskon listrik,” katanya.

[wp-rss-aggregator sources="34413"]