Cara Kerja GeNose, Pendeteksi Covid-19 lewat Embusan Napas

CR INDONESIA akhirnya menggunakan alat deteksi covid-19 karya Universitas Gajah Mada (UGM) bernama Gadjah Mada Electric Nose Covid-19 atau GeNose C19. Setelah beberapa lama dilakukan uji coba, alat tersebut akhirnya lolos dan dapat digunakan.

Adalah PT Kereta Api Indonesia (KAI) yang menyatakan siap menggunakan GeNose untuk melakukan screening Covid19 penumpang kereta api. Adapun cara mendeteksi covid-19, adalah lewat embusan napas.

Inovasi pembuatan GeNose merupakan kolaborasi antara Universitas Gadjah Mada (UGM), Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD), Badan Intelijen Negara (BIN), dan sejumlah pihak swasta. Pemerintah melalui Kementerian Riset dan Teknologi serta Badan Riset dan Inovasi Nasional sangat mendukung adanya terobosan teknologi ini.

Baca Juga :  3 Shio yang Diprediksi Rugi Bandar di Tahun 2021

Lantas, bagaimana cara kerja alat ini sehingga dapat memfilter mereka yang terpapar virus Covid-19?

Melalui embusan napas, GeNose bekerja secara cepat mendeteksi volatile organic compound (VOC) yang terbentuk karena adanya infeksi covid-19 yang keluar bersama napas seseorang.

Napas akan diambil dan diidentifikasi melalui sensor-sensor yang kemudian datanya diolah dengan bantuan kecerdasan artificial intelligence (AI) untuk pendeteksian dan pengambilan keputusan. Oleh karena itu, alat ini sangat cepat dan akurat untuk medeteksi adanya virus Covid1-19.

Baca Juga :  5 Foto Modis Lee Da Hee, Aktris Cantik Bintang L.U.C.A.: The Beginning

Selain itu, GeNose sangat mudah digunakan sehingga bisa dioperasikan secara mandiri dan efisien, lantaran aplikasinya terhubung dengan sistem cloud computing untuk mendapatkan hasil diagnosis secara real time.

GeNose juga mampu bekerja secara paralel melalui proses diagnosis yang tersentral di dalam sistem sehingga validitas data dapat terjaga untuk semua alat yang terkoneksi. Data yang terkumpul di dalam sistem selanjutnya dapat dimanfaatkan untuk keperluan pemetaan, pelacakan, dan pemantauan persebaran pandemi secara aktual.

[wp-rss-aggregator sources="34413"]