Anak Disabilitas Korban Kekerasan Seksual di Makassar Lapor ke LPSK

45

MakassarLembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) menerima laporan tindakan kekerasan yang dialami seorang anak perempuan penyandang disabilitas di Makassar, Sulawesi Selatan.

Tindakan kekerasan seksual tersebut dilakukan tiga pria yang telah diburu dan ditangkap aparat kepolisian.

_

“Kami lega keluarga korban bersedia untuk mengajukan perlindungan kepada LPSK, selanjutnya kami akan langsung telaah permohonan perlindungannya,” kata Wakil Ketua LPSK Livia Iskandar melalui keterangan tertulis, Minggu (24/1).

Baca Juga :  Fitur Baru Kartu Prakerja Mulai Gelombang 14, Buat yang gagal Lolos

LPSK telah melakukan kunjungan langsung ke kediaman korban dan bertemu pihak keluarga. Dari pertemuan tersebut didapati bahwa korban membutuhkan perlindungan ekstra dan pendampingan hukum.

Livia mengatakan dalam kasus kekerasan seksual terhadap perempuan dan anak penyandang disabilitas membutuhkan perhatian khusus dari semua pihak. Di Sulawesi Selatan, kasus kekerasan seksual kerap menargetkan kaum disabilitas.

“Kami menemukan kasus korban disabilitas rungu-wicara diperkosa beramai-ramai (gang rape) di Soppeng dan Makassar. Ada juga disabilitas rungu-wicara yang diperkosa tetangganya sampai hamil dan melahirkan di Makassar, ada juga korban anak disekap dan diperkosa berhari-hari di Enrekang,” ujarnya.

Baca Juga :  Polisi: Soal Motif Gisel Buat Video Porno Dokumentasi Pribadi

Livia mengatakan dari 2020 sampai Januari 2021, sudah ada setidaknya 14 korban tindak pidana yang memiliki disabilitas. Sebagian besar dari korban tersebut yang ditangani LPSK terkait kasus kekerasan seksual.