Ini Penyebab Ikan Cupang Mati dan Cara Mengatasinya

  • Bagikan
2de0d029 deretan ikan cupang cantik di thailand fish expo 4 169

Hobby Ikan cupang tergolong ikan hias yang kuat dan tidak mudah mati. Ketika ikan cupang yang masih muda dan sehat tiba-tiba mati, mungkin saja sang pemilik tak sengaja melakukan kesalahan selama masa pemeliharaan.

Artikel ini akan mengulas seputar penyebab ikan cupang mati dan cara mengecek kesehatannya agar tidak cepat mati, terlebih bagi Anda penghobi ikan cupang pemula.

Dengan mengetahui penyebabnya, tentu Anda dapat mengambil langkah antisipasi sekaligus membantu memperpanjang umur ikan cupang hingga bertahun-tahun.

Penyebab Ikan Cupang Mati

A Siamese fighting fish also known as Plakad or Betta fish swims in an aquarium at the International Plakad Competition in Bangkok on September 6, 2020. (Photo by Mladen ANTONOV / AFP)Foto: AFP/MLADEN ANTONOV
Ilustrasi. Penyebab ikan cupang mati secara umum mencakup perawatan dan diet yang buruk, luka, terinfeksi penyakit, serta stres. 

Ikan hias air tawar ini punya banyak peminat lantaran warnanya yang cantik serta mudah dirawat. Namun jika salah-salah dalam perawatannya, ikan cupang bisa menjadi rentan.

Kadang kala, pemilik yang tidak paham kaget cupangnya mati mendadak. Padahal menurutnya hari-hari sebelumnya ikan tidak menunjukkan gelagat aneh atau sakit.

Kematian mendadak pada ikan cupang disebabkan oleh beragam faktor. Mungkin saja ikan cupang memang sudah sekarat beberapa hari sebelum mati tanpa si pemilik sadari. Untuk itu, kenali 5 penyebab umum yang membuat ikan cepat stres lalu mati dan cara mengatasinya.

  • Dari sisi perawatan

Penyebab ikan cupang mati yang paling umum adalah kondisi air yang terlalu buruk dan akuarium yang terlalu sempit. Kondisi air yang buruk disebabkan tidak di monitornya perubahan suhu air yang ideal.

Pemilik ikan juga tidak menjaga kebersihan air akuarium sehingga ikan cupang rentan terkena infeksi dan penyakit.

Selain itu, pemilik ikan cupang juga abai menjaga kebersihan akuarium, tidak membersihkan tanaman atau hiasan, tidak mengganti filter, memberi makan terlalu banyak, dan tidak memperhatikan kondisi ikan yang sakit.

Tidak terdapat karang atau hiasan yang bisa menjadi teritorial cupang juga berpotensi membuat cupang menjadi stres.

Hal tersebut membuat ikan cupang mudah stres hingga bisa menyebabkan kematian yang terkesan mendadak.

  • Luka atau cedera

Sirip ikan cupang yang panjang, menjuntai, dan cukup lancip juga dapat melukai dirinya sendiri. Apabila pemilik tak mengetahui adanya luka atau cedera, tentu lama-kelamaan dapat menyebabkan infeksi yang dapat mengancam nyawanya.

Baca Juga :  5 Jenis Tanaman Hias Pisang-Pisangan yang Buat Rumah Teduh
  • Penyakit penyebab ikan cupang mati

Ikan cupang juga bisa mengidap penyakit. Penyakit yang dialami cupang adalah masalah kandung kemih.

Layaknya hewan peliharaan lainnya, ikan cupang dapat diobati dan dirawat hingga kembali sembuh, misalnya dengan memberi makan kacang polong yang dilumat sampai ikan kembali sehat.

Penyakit lain yang menyerang cupang biasanya dibawa oleh parasit, misalnya tuberkulosis yang jarang sekali menunjukkan gejala hingga akhirnya ikan cupang sulit diselamatkan.

Penyakit sisik serta sirip pada cupang juga dapat diobati dengan obat-obatan.

  • Makan sembarangan

Selain memberi makan berlebihan dapat membunuh ikan cupang, pola makan yang buruk juga dapat berakibat fatal.

Ikan cupang pada dasarnya adalah karnivora. Meski mereka memakan tumbuhan atau akar tanaman, mereka tidak akan mendapatkan nutrisi yang dibutuhkan tubuhnya.

Anda harus memberi ikan cupang dengan campuran makanan hidup, pelet yang berkualitas, atau makanan kering beku. Udang air asin dan larva nyamuk juga merupakan pilihan yang bagus.

Sementara cacing darah atau bloodworm sesekali saja, bukan setiap hari, karena tinggi lemak dan protein yang justru bisa membuatnya mati.

  • Dicampur dengan ikan lain

Ikan cupang merupakan hewan teritorial yang tidak bisa ditempatkan bersama ikan lainnya, sekalipun sama-sama ikan cupang.

Jika ikan cupang terlebih jantan disatukan dengan ikan lain, mereka akan merasa terancam, stres, kemudian berkelahi dan melukai satu sama lain.

Mereka bukan tipe ikan yang merasa kesepian di akuarium apabila sendirian. Ikan cupang justru akan bosan dan cepat mati jika diletakkan dalam wadah kecil. Ketidakleluasaan ruang untuk berenang merupakan penyebab ikan cupang mati mendadak.

Ciri-ciri Ikan Cupang Sehat

Close up of Red half moon  Siamese fighting fish in a fish tankFoto: iStockphoto/anurakpong
Ciri ikan cupang sehat adalah aktif, lincah, berwarna cerah, tidak ada luka, dan bermata jernih.

Pada saat membeli ikan cupang, Anda harus memastikan kondisinya sehat dan menjamin perawatan yang baik agar masa hidup ikan cupang lebih lama.

Oleh sebab itu kenali ciri-ciri ikan cupang sehat berikut, melansir Betta Fish Care Guide.

  • Berwarna cerah

Cupang sehat memiliki warna sisik hingga ekor yang cerah. Jika anda melihat warna sisik dan ekor cupang berwarna pucat, hal itu merupakan indikasi bahwa cupang tersebut tidak dirawat dengan benar.

Baca Juga :  Hindari Pelihara Tanaman Hias Ini karena Beracun

Namun pada cupang warna putih, Anda perlu penilaian lebih dari warna cerah pada sisik hingga ekor.

  • Tidak memiliki luka

Perhatikan dengan baik seputar badan hingga ekor cupang, pastikan ikan yang akan beli tidak memiliki luka.

Apabila sirip cupang robek atau terluka, hal tersebut merupakan tanda sirip akan membusuk. Luka pada cupang bisa membuatnya stres dan mudah terserang infeksi.

  • Bola mata jernih

Lupakan membeli cupang jika bola mata berwarna keruh atau menonjol, itu pertanda cupang terinfeksi bakteri. Pilihlah cupang yang memiliki mata jernih.

  • Tidak penakut

Jika saat Anda mengetuk wadah plastik lantas cupang lari atau bersembunyi, itu dapat menandakan cupang stres, takut, dan merasa terancam. 

Sebab ikan cupang menyadari jika dirinya sedang sakit atau lemah, sehingga akan cenderung menjauh dari ikan lain atau menghindari serangan asing. 

Alih-alih sembunyi, ikan cupang yang sehat akan bereaksi jika Anda menjentikkan tangan pada wadah tangkinya. Meskipun tidak semua cupang sehat melakukan itu, namun cupang yang aktif akan berani dan penasaran.

Cara Cek Ikan Cupang yang Sehat dan Sakit

A Siamese fighting fish also known as Plakad or Betta fish is reflected in the wall of its aquarium at the International Plakad Competition in Bangkok on September 6, 2020. (Photo by Mladen ANTONOV / AFP)Foto: AFP/MLADEN ANTONOV
Ilustrasi. Cara cek ikan cupang yang sehat terlihat dari napsu makan yang baik, lincah gerakannya, serta untaian sirip yang luwes.

Butuh ketelatenan dan konsistensi menjaga cupang tetap sehat dan bahagia. Anda perlu memperhatikan perubahan apa pun yang terjadi pada ikan cupang anda. Ikan cupang yang sehat dan bahagia mempunyai ciri:

  1. Warna yang cerah dan kuat
  2. Sirip ikan terbuka lebar namun tidak kaku
  3. Mudah makan
  4. Lincah dan aktif bergerak
  5. Tidak penakut atau selalu bersembunyi

Kelima tanda di atas merupakan tanda jika ikan cupang sehat. Sementara, ikan cupang yang stres atau sakit akan lebih sering menghabiskan lebih banyak waktu untuk bersembunyi atau beristirahat di dasar akuarium.

Mereka juga kehilangan nafsu makan. Tanda lain jika ikan cupang akan mati adalah terdapat perubahan warna di sepanjang tubuhnya, seperti muncul bintik-bintik putih atau cokelat.

Gerakan renang yang aneh, kebiasaan menggerogoti sirip juga bisa menunjukkan ikan cupang sedang sakit.

Itulah penyebab ikan cupang mati dan cara mengatasinya yang bisa menjadi rujukan dalam merawat ikan hias ini.

Sebagai tambahan, mengingat habitat aslinya di sawah, ikan cupang wajar jika sering melompat. Untuk itu baiknya selalu pasang jaring untuk mencegah cupang melompat dan jatuh ke lantai yang membuatnya stres lalu mati.

cnnindonesia

  • Bagikan