Penjelasan BMKG Terkait Fenomena Hujan Es di Cianjur

  • Bagikan
4dc50f97 600589120038c

CR — Kepala Subbidang Informasi Iklim dan Kualitas Udara BMKG Siswanto menjelaskan hujan es melanda wilayah Kecamatan Pasirkuda, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Senin (18/1/) sore disebabkan awan Cumulonimbus (Cb) yang tebal.

Menurut Siswanto, awan awan Cumulonimbus dengan suhu puncak mencapai -75 derajat celcius bisa membentuk kristal es di bagian atas awan yang menyebabkan hujan es dan angin puting beliung.

“Suhu puncak awan yang sangat dingin ini mengindikasikan tingginya awan tersebut dan kristal es yg terbentuk di bagian atas awan,” ujar Siswanto melansir CNNIndonesia (19/1).

Lebih lanjut Siswanto menjelaskan, gejolak yang terjadi di dalam awan CB akibat dari proses mikrofisika, dan menghasilkan tiga fenomena cuaca lokal, yaitu angin kencang dari dasar awan (downburst), menghasilkan hujan es (hail) yang berasal dari gumpalan kristal es dari golakan downburst, serta petir yang dapat dihasilkan dari loncatan listrik.

Baca Juga :  Aturan Cuti Haid dan Hamil Hilang dari UU Cipta Kerja ?

Mengutip Antara, tiga desa di Kecamatan Pasirkuda, Cianjur, Jawa Barat, terisolir akibat jalan utama antardesa terputus setelah puluhan pohon berbagai ukuran tumbang, setelah hujan deras disertai angin puting beliung melanda wilayah tersebut serta hujan es di dua desa lainnya.

Camat Pasirkuda, Irvan Rustandi mengatakan robohnya puluhan pohon pinus berbagai ukuran tersebut, setelah hujan deras berlangsung lama, membawa angin puting beliung yang membuat pohon di pinggir jalan tumbang memutus akses utama penghubung tiga desa dan mengakibatkan 5 rumah warga rusak sedang di Desa Girimukti.

“Puting beliung melanda tiga desa, Girimukti, Girijaya dan Padamulya. Rumah yang rusak di Desa Girimukti akibat tertimpa pohon, pemilik rumah untuk sementara mengungsi ke rumah saudaranya, sedangkan di lokasi lain kami masih melakukan pendataan,” katanya.

Baca Juga :  Tetap Cantik di Usia 50 Tahun, Netizen: Apakah Kamu Vampir?

Pihaknya telah berkoordinasi dengan BPBD Cianjur untuk menurunkan alat berat guna menyingkirkan pohon yang tumbang karena menggunakan alat manual akan membutuhkan waktu cukup lama, sedangkan akses menuju ketiga desa tersebut, tidak dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat sama sekali. “Harapan kami ada alat berat untuk menyingkirkan puluhan pohon yang tumbang menutup jalan,” katanya.

Ia menambahkan tidak hanya puting beliung, hujan es juga melanda dua desa di Kecamatan Pasirkuda, Desa Girijaya dan Padamulya. Butiran es sebesar kelereng berhamburan di atas atap rumah warga, namun tidak ada laporan rumah yang rusak akibat hujan es.

“Hujan es melanda dua desa, bersamaan dengan hujan deras dan puting beliung. Tidak ada laporan rumah rusak akibat hujan es,” ucapnya.

cnn

  • Bagikan