Lingga-Yoni, Simbol Kejantanan dan Kesuburan dalam Seni

  • Bagikan
713af188 candi sukuh 5 169

CR — Jejak lingga dan yoni terpatri di berbagai arca Indonesia, mulai dari Candi Sukuh yang dibangun pada zaman Kerajaan Majapahit sampai tugu hasil inisiasi Presiden Sukarno, Monumen Nasional.

Dua kata ini sangat sakral dan memiliki filosofi mendalam bagi sebagian orang, terutama pemeluk agama Hindu. Ya, konsep lingga dan yoni diajarkan dalam agama Hindu yang berasal dari India.

Sebagaimana dilansir dalam situs Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, lingga adalah pilar cahaya, simbol benih dari segala sesuatu yang ada di alam semesta.

Dewa Siwa kerap digambarkan sebagai sosok lingga yang mengandung energi penciptaan dan simbol organ maskulin. Namun, energi tersebut akan berfungsi apabila disatukan dengan shakti yang disimbolkan dalam wujud yoni, simbol organ feminin.

Baca Juga :  Waduh! Insentif Survei Prakerja Dipastikan Tak Lanjut Tahun Ini

“Dengan demikian, penyatuan antara lingga sebagai organ maskulin denganyoni yang merupakan simbol organ feminin akan menghasilkan energi penciptaan, yang merupakan dasar dari semua penciptaan,” demikian penjelasan situs tersebut.

Penjelasan lain terdapat dalam jurnal bertajuk Makna dan Fungsi Simbol Seks dalam Ritus Kesuburan Masa Majapahit karya M. Dwi Cahyo di situs Ristekdikti.go.id. Energi shakti yang merupakan simbol yoni bernama Uma atau Parwati. Penyatuan lingga dan yoni akan menghasilkan kekuatan tertinggi.

Pun beberapa pemeluk agama Hindu melakukan pemujaan kepada Dewa Siwa dengan media berbentuk phallus atau kelamin laki-laki. Pemujaan seperti itu mungkin sudah jarang ditemui di Indonesia, tapi masih berlangsung di India sampai sekarang.

Meski demikian, pemuja Siwa di India tidak selalu mengamini mereka berhadapan dengan simbol seksual. Pasalnya, mayoritas lingga-yoni tidak digambarkan secara natural sebagai organ seks, melainkan energi penciptaan alam semesta.

Baca Juga :  Pengumuman Kuota SNMPTN 2021: Segera Cek Situs LTMPT Mulai Pukul 15.00WIB

Penggambaran lingga-yoni sebagai simbol seks kerap dikaitkan dengan sekte Saiwa ketimbang aliran lain dalam agama Hindu, atau bahkan Budha. Sekte Saiwa merupakan pengikut/pemuja Dewa Siwa yang menganut paham Siwaisme.

Candi Sukuh yang berada di Karanganyar, Jawa Tengah, merupakan salah satu pertapaan dengan unsur lingga-yoni sebagai simbol seks vulgar. Pada salah satu lantai bahkan terdapat relief penis dan vagina yang hampir bersentuhan.

Sukuh is a Hindu temple located on the slopes of Mt. Lawu at an altitude of 1186m above sea level. This temple is considered controversial because of its unusual shape and because of the explicit depiction of human genitals on some of its reliefs. iStockphoto/benito_anuCandi Sukuh. (iStockphoto/benito_anu)

Ada pula arca berbentuk manusia yang sedang memegang penis berukuran besar, tidak proporsional dengan ukuran tubuh. Kemudian ada arca berbentuk penis dengan empat aksesoris berbentuk bulat dekat kepala penis.

  • Bagikan