5 Manfaat Bercocok Tanam untuk Kesehatan

  • Bagikan
4df3535b ilustrasi penanaman benih pertanian 181024133442 106

Hobby Bercocok tanam beberapa waktu belakangan ini banyak dilakukan sejumlah masyarakat. Tujuannya untuk mengusir rasa bosan di tengah masa pandemi virus corona (covid-19), juga menghasilkan lingkungan yang lebih asri.

Dari sisi kesehatan, selain sebagai cara memaksimalkan waktu di rumah, bercocok tanam juga bisa membantu meningkatkan kesehatan, salah satunya untuk melawan penyakit.

Selain itu, masih banyak manfaat lain dari kegiatan bercocok tanam, berikut ini ulasannya, seperti dikutip dari Healthline.

1. Bantu jaga berat badan dan kualitas tidur

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) menyebut berkebun (bagian dari bertanam) bisa membangun kekuatan, meningkatkan kualitas tidur, dan membantu Anda mempertahankan berat badan yang sehat.

Aktivitas seperti memotong rumput mungkin termasuk kategori olahraga ringan hingga sedang, sedangkan menyekop, menggali, dan memotong kayu dapat dianggap sebagai olahraga berat.

Beraktivitas di lahan menggunakan setiap kelompok otot utama di tubuh dan tidak akan mengejutkan jika Anda bangun pagi besok hari merasa sakit setelah seharian bekerja.

Penelitian telah menemukan aktivitas fisik seperti berkebun dapat membantu mengimbangi kenaikan berat badan terkait usia dan obesitas pada anak.

Para peneliti dari University of Pennsylvania mengungkapkan orang yang berkebun lebih mungkin mendapatkan tidur nyenyak selama 7 jam di malam hari.

Baca Juga :  Jenis Pupuk yang Cocok untuk Tanaman Hias

2. Melawan penyakit

Saat berada di luar rumah dan terpapar sinar matahari, kulit Anda menggunakan sinar matahari untuk vitamin D. Para peneliti memperkirakan setengah jam di bawah sinar matahari dapat menghasilkan antara 8.000 dan 50.000 unit internasional (IU) vitamin D dalam tubuh. Tapi ini tergantung seberapa tebal pakaian yang menutupi tubuh dan juga warna kulit Anda.

Vitamin D sendiri memiliki sederet manfaat untuk tubuh, antara lain memperkuat tulang dan sistem kekebalan Anda. Berbagai studi juga menunjukkan berada di bawah sinar matahari dapat membantu menurunkan risiko berbagai kanker seperti payudara, kolorektal, kandung kemih, prostat, limfoma non-Hodgkin, hingga multiple sklerosis.

Pakar kesehatan mengatakan, jika kadar vitamin D Anda rendah, maka memiliki risiko lebih besar terkena serangan psoriasis, sindrom metabolik (kondisi pradiabetes), diabetes tipe II, dan bahkan demensia.

3. Cara pulihkan diri dari kecanduan

Terapi hortikultura telah ada selama ribuan tahun dan ini menjadi bagian dari program pemulihan kecanduan.

Dalam sebuah studi para peneliti mencatat, tanaman memicu perasaan positif pada orang yang pulih dari kecanduan alkohol, dan merupakan alat rehabilitasi yang efektif.

Baca Juga :  10 Arti Gerakan Ekor Kucing

Dalam studi lain, orang-orang dalam program rehabilitasi yang memilih berkebun sebagai terapi alami mereka melaporkan pengalaman yang lebih memuaskan daripada mereka yang memilih seni.

4. Bantu jaga daya ingat

Terkait ingatan, dokter mengungkapkan berolahraga meningkatkan fungsi kognitif di otak dan berkebun bisa menjadi salah satunya. Aktivitas berkebun dapat memacu pertumbuhan saraf terkait memori di otak Anda.

Peneliti di Korea membuktikan aktivitas berkebun selama 20 menit pada penyandang demensia bisa meningkatkan jumlah beberapa faktor pertumbuhan saraf otak yang terkait dengan memori.

Di Belanda dan Norwegia, orang dengan demensia sering berpartisipasi dalam program inovatif berkaitan dengan bertanam yang memungkinkan mereka menghabiskan sebagian besar waktunya untuk bekerja di lahan pertanian dan kebun.

5. Dorong suasana hati

Penelitian di Amerika Serikat menemukan berkebun meningkatkan suasana hati dan meningkatkan penghargaan diri Anda. Ketika orang menghabiskan waktu di taman, tingkat kecemasan mereka menurun, begitu juga dengan depresi.

Studi yang diterbitkan pada 2011 menunjukkan orang dengan depresi yang berpartisipasi dalam intervensi berkebun selama 12 minggu kondisinya membaik termasuk gejala depresi. Kondisi ini berlangsung selama berbulan-bulan setelah intervensi berakhir.

  • Bagikan
Positive SSL