4 Dampak Buruk Emosi Bagi Kesehatan

  • Bagikan
341f2b79 images 2021 01 16t182005.150

Dari sini kita bisa menyimpulkan bahwa tak ada jalan lain untuk mengontrol amarah kecuali dengan duduk dan berbaring. Akan tetapi sujud lebih baik daripada berbaring, karena sujud dapat menguatkan jantung.

Pada posisi sujud, jantung menjadi tegak dengan kemiringan hingga 45 derajat. Saat itu, jantung tidak perlu mengerahkan energinya untuk memompa darah, karena ia akan mengalirkan darah ke bawah secara spontan.

Sungguh benar sabda Rasulullah dalam hadis di atas. Di antara media pengobatan dan penyembuhan yang bisa digunakan manusia untuk mengurangi amarah adalah dengan diam.

Ahmad meriwayatkan dari Ibnu Abbas bahwa Rasulullah bersabda, “Ajarlah, permudahlah dan jangan mempersulit. Jika kau marah, maka diamlah!”

Di antara obat penting yang dianjurkan Nabi untuk mengobati marah dan meringankan gejolaknya adalah berdoa membaca ta’awudz (berlindung kepada Allah dari setan yang terkutuk).

Diriwayatkan dari Sulaiman Ibn Shurad, ia berkata, “Aku duduk bersama Nabi, sedang dua orang laki-laki saling mencaci. Salah seorang dari mereka memerah wajahnya dan uratnya tampak. Nabi lantas bersabda, “Aku tahu satu kalimat yang jika diucapkan olehnya maka akan hilang darinya apa yang ia alami. Jika ia membaca: A’udzu Billahi Minasy Syaithanir Rajim (Aku berlindung kepada Allah dari setan yang terkutuk), niscaya apa yang ia alami akan hilang.

Baca Juga :  Benarkah Musik Klasik Buat Bayi Jadi Lebih Pintar

Para sahabat lalu mendatangi orang yang sedang marah itu. Mereka berkata, “Nabi bersabda, “Berlindunglah kepada Allah dari setan yang terkutuk.” Tetapi orang itu malah berkata, “Apa aku gila?” (HR. Muttafaq ‘Alaih).

Diriwayatkan dari Abu Hurairah bahwa Nabi bersabda, “Jika seseorang marah, lalu mengucap a’idzu billah, maka amarahnya akan mereda.” (HR. Ibnu Adi).”

Para ahli jiwa menyarankan orang-orang yang mudah marah untuk melakukan latihan relaksasi otak. Hal itu bisa dilakukan misalnya dengan menghitung dari 1 sampai 30 sebelum berbicara. Hakikat ini diungkap Nabi 1.400 yang lalu, yaitu saat beliau menyuruh orang yang marah untuk diam sesaat, lalu meminta perlindungan kepada Allah dengan mengucapkan a’idzu billáh beberapa kali.

Baca Juga :  Kominfo 'Take Down' Video Vulgar Mirip Gisel

Riset medis menyimpulkan bahwa amarah, baik yang tampak maupun terpendam dapat membahayakan kesehatan. Karena me- nahan amarah terus-menerus dapat meningkatkan tekanan darah. Adapun amarah yang dilampiaskan dan berlangsung terus-menerus dapat menyebabkan penyakit pembuluh arteri dan serangan jantung.

Ibnu Abbas ditanya tentang mana yang paling berbahaya bagi tubuh, amarah ataukah kesedihan? la menjawab, “Saluran keduanya sama tetapi maknanya berbeda. Siapa yang ingin melawan orang yang tak kuasa dilawannya, maka ia akan menahan amarah- nya sehingga hal itu menjadi sumber kesedihan baginya. Dan siapa orang yang bisa dikalahkannya, maka ia akan mengalahkannya sehingga ia menjadi marah karenanya.” 

okz

  • Bagikan