Pantat Bocah Di Kepahiang Digigit Anjing Hingga Berdarah

Kepahiang – Martin (4), Buah hati Rodi (25) dan Ice Trisnawati (22) digigit anjing yang diduga gila. Kejadian ini sontak membuat masyarakat sekitar

kontrakannya di Kelurahan Kampung Pensiunan Kecamatan Kepahiang menjadi resah.

Rodi yang tercatat sebagai warga Pelangkian Kecamatan Kepahiang Kabupaten Kepahiang Provinsi Bengkulu menceritakan, anaknya Martin digigit anjing yang diduga gila di bagian pantatnya hingga berdarah, Rabu (13/01/2021).

Diceritakan Rodi, kejadian terjadi sekira pukul 15.00 WIB. Saat itu anaknya Martin ingin pergi Toilet yang ada di belakang kontrakan mereka. “Anak saya nangis. Ketika ditanya, ia mengatakan kalau digigit anjing. Saya cek, benar ada bekas gigitan di pantatnya,” kata Rodi, Kamis (14/01/2021).

Laki – laki yang bekerja menarik becak ini menuturkan, dia bersama istri dan anaknya tinggal di kontrakan yang berada di Kelurahan Kampung Pensiunan. Beberapa waktu belakangan ini, menurut Rodi, anjing warna kuning memakai rantai leher yang menggigit anaknya memang sering masuk pekarangan rumah warga.

Baca Juga :  Kapolda Bengkulu Beri Bantuan APD dan Asupan Gizi Kepada Petugas Posko Perbatasan

“Pantat anak saya berdarah digigit anjing tersebut. Karena keterbatasan uang yang saya miliki, saya hanya mampu membelikan obat seaadanya di Puskesmas Kelobak,” sampainya.

Lebih lanjut dikatakan Rodi, bukan hanya anaknya yang sudah digigit anjing tersebut tapi banyak korban lainnya. Seperti di Desa Pagar Gunung Kecamatan Kepahiang sudah ada dua ibu – ibu digigit anjing yang sama seperti ciri – ciri anjing yang menggigit Martin.

“Pagi ini tadi, ibu warga Desa Bogor Baru juga jadi korban gigitanya. Kalau anak saya, saat ini belum ada gejala kepada anak saya. Masih menggunakan obat dari Puskesmas Kelobak, baru obat penahan sakit. Rencana di bawa ke dokter untuk di suntik,” terangnya.

Baca Juga :  Nekat Simpan 2.500 Butir Samcodin Dalam Boneka, 2 Warga Kepahiang Ditangkap

Sementara itu, Arpan ( 58 ) kakek Martin mengatakan, dirinya berharap ada tindakan dari dinas terkait. “Saya harap dinas Terkait tanggap dalam mengatasi anjing diduga gila in. Karena sudah banyak korban yang digigitnya. Jangan sampai ada lagi korban berikutnya,” ujarnya.

Sedangkan dari Sekdes Pelangkian, H. Ersaloni mengatakan, pihaknya akan berupaya membantu Martin berobat. “Keluarga ini memang keluarga tidak mampu. Dari pemerintah desa, kita akan siap membantu mengurus administrasinya. Karena bagaimana pun dia tetap warga kami, walaupun dia ngontrak di Kelurahan Kampung Pensiunan,” demikian Ersaloni.

Lansir Radar Kepahiang