Bom Mematikan yang Guncang Jakarta Selain Bom Sarinah

Titik ledak di depan Gedung Kedutaan Besar Australia di Kuningan, Jakarta Selatan, 9 September 2004.(KOMPAS/YUNIADHI AGUNG)

JAKARTA – Hari ini, lima tahun lalu, pada 14 Januari 2016, bom meledak di dekat pusat perbelanjaan Sarinah, Jakarta Pusat, yang disusul baku tembak antara teroris dengan polisi.

Serangan teror yang terjadi sekitar pukul 10.30 WIB tersebut menewaskan delapan orang, terdiri dari empat pelaku dan empat warga sipil, serta melukai puluhan lainnya.

Organisasi Negara Islam Irak dan Suriah ( ISIS) mengklaim bertanggung jawab atas peristiwa tersebut.

Seorang residivis kasus terorisme Aman Abdurrahman, yang juga didapuk sebagai ketua ISIS Indonesia, mendalangi pengeboman itu bersama Iwan Darmawan Muntho alias Rois saat keduanya menjadi tahanan di Lapas Kembang Kuning, Nusakambangan.

Baca Juga :  Ponsel Legendaris Diproduksi Lagi, Nokia 6300 dan Nokia 8000 Bawa Jaringan 4G

Selain aksi ” Bom Sarinah” itu, Jakarta juga pernah beberapa kali mengalami aksi bom bunuh diri yang menelan korban jiwa. Berikut daftarnya:

Bom JW Marriot

Ledakan di hotel bintang lima JW Marriot di kawasan Mega Kuningan, Jakarta Selatan, terjadi pada 5 Agustus 2003 sekitar pukul 12.45 WIB.

Ledakan berasal dari sebuah mobil yang dikendarai Asmar Latin Sani dan dipicu melalui sebuah telepon seluler yang ditemukan di tempat kejadian perkara (TKP).

Baca Juga :  Yiren dan Shiyeon EVERGLOW Dikonfirmasi Positif Covid-19

Sebanyak 14 orang tewas dan setidaknya 156 orang lainnya luka-luka dalam peristiwa tersebut.

Kepala Kepolisian Republik Indonesia saat itu, Jenderal Polisi Da’i Bachtiar, menyebutkan ledakan di JW Marriot itu mirip dengan ledakan di Bali satu tahun sebelumnya yang menewaskan 202 orang.

“Di TKP terdapat lubang lebar, ditemukan rangka mobil Kijang, mesin yang terlempar, radiator, dan bagian setir yang terlempar. Mirip bom Bali, yaitu bom meledak bersama mobil,” kata Da’i.