6 Korban SJ 182 Berhasil Teridentifikasi, CVR Black Box Masih Dicari

Jakarta — Hingga hari Rabu (13/1) kemarin atau hari ke-lima pencarian dan penyelamatan, enam korban pesawat Sriwijaya Air bernomor penerbangan SJ 182 berhasil diidentifikasi.

Pesawat berjenis Boeing 737-524 rute Jakarta-Pontianak itu jatuh di perairan Kepulauan Seribu, Jakarta pada Sabtu (9/1) lalu. Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri mengumumkan korban pertama yang berhasil diidentifikasi pada Senin (11/1) atau pada hari ke-tiga, atas nama Okky Bisma.

Merujuk data dalam daftar manifes, Okky tercatat sebagai flight attendant. Okky berhasil diidentifikasi melalui sidik jari. Jenazahnya rencananya akan diserahkan ke pihak keluarga pada Kamis (14/1).

Lalu pada Selasa (12/1), ada tiga korban yang juga berhasil diidentifikasi lewat sidik jari. Ketiganya yakni Fadly Satrianto, kopilot pesawat; serta dua penumpang bernama Khasanah dan Asy Habul Yamin.

Korban yang berhasil diidentifikasi itu kemudian bertambah dua orang pada Rabu (13/1).

“Tim telah melakukan rekonsiliasi dan teridentifikasi ada dua korban pada sore ini. Pertama atas nama Indah Halimah Putri, lalu kedua atas nama Agus Minarni. Ini dapat teridentifikasi melalui sidik jari,” kata Karopenmas Polri Brigjen Rusdi Hartono di RS Polri Kramat Jati, Rabu (13/1).

Baca Juga :  Kumpulan Ide Hadiah Manis untuk Hari Ibu

Di sisi lain, Rusdi menyebut, tim di RS Polri yang mengerjakan proses identifikasi telah menerima total 112 sampel DNA dari keluarga korban pesawat, 112 kantong jenazah 137 serta 35 kantong properti hingga Rabu (13/1) sore.

Namun 112 sampel yang diterima itu belum melengkapi sampel untuk 62 korban pesawat Sriwijaya Air SJ 182.

“Belum semua keluarga memberikan sampel, kami masih kurang 9 keluarga yang belum sampaikan sampel DNA. Kami harap 9 keluarga menyerahkan sampel,” tutur Rusdi.

CVR Black Box Belum Ditemukan

Sementara itu, pencarian black box jenis Cockpit Voice Recorder (CVR) milik pesawat Sriwijaya di laut belum membuahkan hasil hingga Rabu. CVR ini berisi rekaman percakapan di dalam kokpit.

Diketahui, pada Selasa (12/1), yang berhasil ditemukan oleh tim gabungan adalah black box bagian Flight Data Recorder (FDR) atau rekaman data penerbangan–khususnya berkaitan dengan pergerakan pesawat.

Baca Juga :  Lowongan Pengawas Dana Abadi Jokowi, Pendaftaran Mulai 21 Desember!
Konferensi pers penemuan black box di JICT 2, Tanjung Priok, Jakarta, Selasa, 12 Januari 2021. CNN Indonesia/Bisma SeptalismaKonferensi pers penemuan black box berupa FDR di JICT 2, Tanjung Priok, Jakarta, Selasa, 12 Januari 2021. (Foto: CNN Indonesia/Bisma Septalisma)

Adapun pencarian black box berupa CVR masih terus dilakukan. Kepala Badan SAR Nasional Marsekal Madya TNI (Purn.) Bagus Puruhito menyebut cuaca buruk di lokasi pencarian membuat tim terkendala.

“Cuaca saya anggap tidak mendukung atau kurang mendukung, namun di sela-sela cuaca yang kadang-kadang bagus dan tidak, masih tetap semangat melaksanakan operasi pencarian atau operasi SAR,” terang Bagus di Dermaga JICT 2, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu (13/1).

Meski operasi pencarian mengalami kendala, tim penyelam, kata dia telah berhasil mengumpulkan 31 kantong kecil yang berisi serpihan pesawat, dan 28 potongan besar pesawat.

Ia lebih lanjut berharap, dalam operasi yang akan kembali dilakukan Kamis (14/1) hari ini, cuaca bakal lebih baik. Sehingga CVR yang menjadi bagian dari kotak hitam pun bisa segera ditemukan.

“Dari tim SAR gabungan akan tetap melaksanakan operasi SAR besok [Kamis] dengan semangat, dengan prioritas pada evakuasi korban. Tentunya tidak kalah penting CVR dan material-material pesawat lainnya,” kata dia.

sc cnnindo