5 Metode Pembelajaran di Masa Pandemi yang Cocok Ketika Belajar di Rumah

metode pembelajaran di masa pandemi
metode pembelajaran di masa pandemi

5 Metode Pembelajaran di Masa Pandemi yang Cocok Ketika Belajar di Rumah – Akibat adanya pandemi corona yang melanda dunia berbagai hal mengalami perubahan. Dunia pendidikan pun ikut terpengaruh dan harus bisa menyesuaikan diri dengan cepat supaya pendidikan anak-anak yang sedang bersekolah tidak terlantar. Meskipun pada beberapa bulan pertama sekolah benar-benar dihentikan, beberapa bulan selanjutnya sekolah kembali dilaksanakan dengan penyesuaian.

Proses belajar baru yang sudah berlangsung hampir selama setahun ini memang bisa membantu supaya pembelajaran tetap berjalan. Akan tetapi, sampai saat ini masih banyak orang yang mempertanyakan efektivitas dari sistem yang dijalankan. Meskipun belum bisa dan mungkin tidak akan bisa sepenuhnya menggantikan belajar tatap muka, berikut ini beberapa metode belajar yang bisa digunakan selama pandemi.

Metode Project-Based Learning

metode pembelajaran di masa pandemi

Untuk mengembangkan pola pikir yang baik dan aktif, metode project-based learning bisa menjadi salah satu pilihan para guru atau pengajar sebagai salah satu metode pembelajaran di masa pandemi. Dengan menggunakan metode ini anak-anak akan dilatih untuk bisa bekerja sama, bergotong-royong dan di waktu bersamaan dapat pengalaman baru ketika mengerjakan proyek, tentunya dengan anggota yang dibatasi.

Baca Juga :  Dovizioso Tak Diterima di Suzuki

Metode Online atau Daring

03ef8dcf e learning digital education

Metode yang paling banyak digunakan saat ini adalah metode online atau daring. Dari mulai tingkat taman kanak-kanak hingga universitas memanfaatkan metode ini untuk sebagian besar pembelajaran. Dengan menggunakan metode ini juga sumber belajar jadi lebih banyak dan bervariasi. Tentu saja bukan sekedar memberikan materi tapi juga siswa dituntut untuk aktif belajar sendiri tanpa diawasi 100 persen.

Metode Luring

d8d1f9c0 sddefault

Meskipun pertemuan secara tatap muka masih dilarang, motede luring masih bisa digunakan sebagai salah satu metode pembelajaran di masa pandemi. Metode ini bisa diterapkan di luar zona merah. Tentunya dengan memperhatikan jumlah murid yang diajak tatap muka serta berapa lama waktu tatap muka yang dihabiskan. Satu kelas bisa dibagi menjadi beberapa kelompok dan pertemuan dilakukan bergiliran.

Metode Kunjungan Rumah atau Home Visit

1eed5c5e slide 1
KUNJUNGAN RUMAH (HOME VISIT)

Metode home visit biasa diterapkan di home schooling dan di masa pandemi ini bisa menjadi salah satu metode yang digunakan. Waktu kunjungan sudah ditentukan dan selama kunjungan ini anak akan belajar dengan guru. Metode ini cocok digunakan bagi para guru yang lokasinya berdekatan dengan rumah para murid. Sehingga, dalam satu kali kunjungan guru pun bisa mendatangi lebih dari satu rumah.

Baca Juga :  Kenali Surat Suara Pilkada Kab Kepahiang 2020

Metode Blended Learning

c6640156 blended learning blog 1

Metode belajar selanjutnya adalah metode blended learning atau bisa dikatakan sebagai metode campuran. Jadi, pada metode pembelajaran di masa pandemi ini guru dan siswa tidak terpaku pada satu metode saja. Guru memadukan metode belajar online bukan hanya memberikan materi secara pasif melainkan melakukan tatap muka secara daring, memberikan proyek dan bahkan melakukan kunjungan.

Metode seperti ini dikatakan merupakan salah satu metode paling efektif di masa pandemi ini. Dan ini metode ini juga sebenarnya sudah mulai digagas untuk dilakukan di sekolah pada umumnya. Hanya saja, karena adanya pandemi ini pada akhirnya penerapan metode blended learning dimajukan lebih awal. Sehingga, sampai saat ini metode ini masih belum berjalan dengan sempurna namun tetap bisa dilakukan.

Beberapa metode pembelajaran di masa pandemi di atas bisa menjadi bahan rujukan bukan hanya bagi guru saja. Orang tua, yang memiliki peranan penting saat belajar di rumah, harus mampu mengawasi belajar anak dan menyediakan lingkungan yang kondusif. Dengan pelaksanaan yang tepat dan pengawasan yang ketat diharapkan anak-anak tetap bisa merasakan pendidikan yang berkualitas.

AG