Kata Anak Yatim Disebutkan Al-Qur’an 23 Kali

Islami– Memuliakan anak yatim maka ganjaranya akan dimuliakan Allah SWT dan Rasullullah SAW?Memuliakan anak yatim adalah kunci dari semua keridhaan Allah SWT.

Saking banyaknya kemuliaan yang diberikan Allah ketika seorang hamba memuliakan anak yatim, maka Al-Qur’an secara berulang-ulang mengingatkan, anak yatim adalah sosok-sosok yang harus dikasihi, dipelihara dan diperhatikan.

Dalam Al-Qur’an, kata yatim disebutkan sebanyak 23 kali, yakni 8 kali disebut dalam bentuk tunggal, 14 kali dalam bentuk jamak dan 1 kali dalam bentuk dua (mutsanna).

Allah Ta’ala berfirman: “Mereka bertanya kepadamu tentang anak yatim, katakan lah “Memperbaiki keadaan mereka adalah baik,” (QS. Al-Baqarah : 220).

Baca Juga :  Kisah Nabi Musa Ditegur Allah Karena Merasa Dirinya Paling Pandai

Memuliakan anak yatim juga akan membawa kemaslahatan dan akan diberi gelar abror atau seorang yang saleh atau taat kepada Allah Ta’ala.

“Sesungguhnya orang-orang yang berbuat kebajikan (abror) minum dari gelas (berisi minuman) yang campurannya adalah air kafur. Yaitu mata air (dalam surga) yang diminum oleh hamba-hamba Allah dan mereka dapat memancarkannya dengan sebaik-baiknya. Mereka menunaikan nazar dan takut akan suatu hari yang azabnya merata di mana-mana. Dan mereka memberikan makanan yang disukainya kepada orang miskin, anak yatim dan orang yang ditawan.” (QS. Al-Insan: 5-6).

Rasulullah shallahu ‘alaihi wa sallam juga akan memuliakan kaum muslim jika mereka memuliakan anak yatim. Rasul yang mulai mengajarkan umat Islam untuk memuliakan anak-anak yatim. Kita bisa memuliakan mereka dengan akhlak yang mulia yaitu menyantuni anak yatim. Semoga kita semua bisa meraih keutamaan dari menyantuni anak yatim dengan motivasi yang pernah disampaikan Rasulullah Shallahu’alaihi wa Sallam:

Baca Juga :  Balasan Muslim Yang Meninggal Hari Jumat

“Dari Sahl bin Sa’ad radhiallahu ‘anhu dia berkata, Rasulullah bersabda: Aku dan orang yang menanggung anak yatim (kedudukannya) di Surga seperti ini”, kemudian beliau mengisyaratkan jari telunjuk dan jari tengah beliau, serta agak merenggangkan keduanya.” (HR. Al-Bukhari)