Jangan Kalian Rusak Anggota Tubuh dengan Berkata Tidak Jujur

22

Ada orang-orang yang seperti itu. Hal ini karena memang sudah terlatih, terbiasa, dan tidak merasa berat untuk mengucapkan kebohongan. Sehingga ada sebagian orang yang jujur dan bohongnya tidak bisa dibedakan. Manusia tidak bisa mengenali apakah dia sekarang berkata jujur atau berkata bohong.

Hal ini tergantung kepada kebiasaan, bagaimana kita membiasakan lisan kita. Karena lisan seperti anggota-anggota tubuh lainnya. Walaupun orang-orang mengatakan lidah memang tak bertulang, tapi banyak saraf-saraf di situ. Sama seperti tangan dan kaki yang kalau kita biasakan untuk mengerjakan sebuah pekerjaan, maka saraf-saraf ini akan menggerakkannya, bahkan kadang-kadang tanpa perintah otak sekalipun.

_

Maka Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam memberikan motivasi kepada kita semua untuk jujur. Yaitu dengan memberikan jaminan surga. Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda dalam sebuah hadis:

Baca Juga :  Ketika Para Ulama Bashrah Berkata “Saya Tidak Tahu”

“Jaminlah untukku dengan menjaga 6 perkara berikut ini, aku akan menjamin surga untuk kalian.”

Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam berkata:

“Jujurlah jika kamu berbicara,” itu yang pertama disebutkan Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Jujurlah kamu ketika berbicara, biasakan jujur. Walaupun kadang-kadang kita terperosok dalam kebohongan karena satu dan lain hal. Dan kita ingat, kita sadar dan kita istighfar minta ampun kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Karena bohong itu juga tingkatan, ada bohong yang parah, ada sampai kepada bentuk kezaliman.

Ada bohong-bohong ringan yang kadang-kadang itu lepas dari lisan kita begitu saja tanpa kita pikir. Walaupun Nabi menyuruh kita untuk pikir-pikir dulu sebelum berbicara. Nabi mengatakan:

Baca Juga :  Keutamaan Doa Anak Untuk Orang Tuanya

“Hendaklah dia berkata baik atau dia diam.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Nabi perintahkan kita untuk memperhatikan setiap ucapan. Demikian Allah mengabarkannya di dalam Al-Qur’an. Tapi boleh kita hitung satu hari saja, kata-kata yang kita keluarkan berapa persen yang sebelum kita ucapkan kita pikirkan dulu matang-matang. Pertama benar, jauh dari kebohongan.

Yang kedua bermanfaat, jauh dari hal yang sia-sia. Mungkin hanya berapa persen dari ucapan kita yang betul-betul kita pikirkan. Sehingga kata-kata yang keluar itu benar-benar baik, yaitu betul dan bermanfaat.Wallahu A’lam. 

OKezone(Widianingsih)