Jangan Kalian Rusak Anggota Tubuh dengan Berkata Tidak Jujur

12

Islami Seseorang dikatakan jujur apabila menyatakan kebenaran sesuai dengan fakta yang ada tanpa menambah-nambahi ataupun mengurang-ngurangi.

Jujur juga bermakna kesesuaian kata hati dengan ucapan. Jika salah satu tidak terpenuhi, maka ia belum bisa disebut sebagai kejujuran.

_

Dan Allah Subhanahu wa Ta’ala mengutamakan lisan daripada anggota tubuh lainnya di dalam mengamalkan kejujuran. Allah mengangkat derajat seorang hamba dengan menjadikannya mampu mengucapkan kalimat tauhid, syahadat Laa Ilaaha Illallah.

Ustaz Abu Ihsan Al-Atsaary dalam ceramahnya menjelaskan bahwa jujur juga bermakna kesesuaian kata hati dengan ucapan.

Oleh karena itu tidak sepantasnya seorang muslim membiarkan indra yang dimuliakan ini melakukan kejahatan. Dan salah satu kejahatan lisan adalah berbohong. Apabila sampai terbiasa dengan kebiasaan yang merupakan salah satu sifat orang munafik ini, maka dia bisa binasa karena anggota tubuhnya ini.

Baca Juga :  Khutbah Jumat: Keajaiban-keajaiban dalam Isra’ Nabi dan Hikmahnya

Maka setiap muslim wajib menjaga lisan agar selalu berkata jujur dan menjauhi dusta, lawan dari kejujuran. Membiasakannya dengan ucapan-ucapan bermanfaat, baik dalam urusan dunia maupun urusan akhiratnya.

Sebab bagaimanapun perbuatan lisan, itu bergantung pada kebiasaan sehari-hari bagaimana kita menggunakan lisan itu. Apabila dibiasakan jujur, niscaya ia akan selalu jujur. Dan apabila dibiasakan dusta, niscaya ia akan selalu dusta. Seperti yang disebutkan Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dalam hadis:

“Seseorang berkata jujur dan senantiasa mengucapkan kejujuran, hingga dia ditulis di sisi Allah sebagai orang yang jujur.”

Sebaliknya,

“Seseorang berbohong lalu terus-menerus berbohong dan mencari-cari celah untuk berbohong, hingga dia ditulis di sisi Allah sebagai seorang pembohong.”

Baca Juga :  15 Ciri-Ciri Wanita Penghuni Surga

Maka perbuatan lisan itu bergantung pada pembiasaan kita sehari-hari, bagaimana kita biasakan lisan itu. Lisan yang dibiasakan berbohong, maka dia seolah-olah terlatih untuk berbohong, mudah bagi lisan itu untuk mengucapkan kebohongan. Demikian juga lisan yang terbiasa jujur, dia terlatih untuk jujur. Sehingga kelu lisannya untuk berkata bohong, selalu mengucapkan kejujuran.

Jadi apabila dibiasakan jujur, maka dia akan senantiasa jujur. Apabila dibiasakan dusta, maka dia akan senantiasa berdusta.

Oleh karena itu orang yang punya kebiasaan berbohong atau berdusta, kalau dia tidak sungguh-sungguh melenyapkan dan menghilangkan kebiasaan ini, dia tidak akan bisa meninggalkannya. Karena lisannya kadang-kadang reflek untuk berbohong. Bohong itu spontan muncul darinya, bahkan kadang-kadang tanpa dia pikirkan atau tanpa dia rekayasa, maka lisannya sudah berkata bohong.