Agar Bisa Bertahan, Telegram Mulai Lakukan Monetisasi 2021

Ilustrasi aplikasi Telegram. (AFP PHOTO / CHRISTOPHE ARCHAMBAULT)

GAdget — Telegram mengumumkan bahwa pengguna aktif di aplikasi mereka hampir mencapai 500 juta. Salah satu pendiri Telegram, Pavel Durov mengatakan pihaknya berencana melakukan monetisasi untuk menjaga layanan agar tetap beroperasi dengan baik pada tahun 2021.

Durov mengatakan perusahaan membutuhkan setidaknya beberapa ratus juta dollar per tahun untuk terus berjalan. Sebab, lebih banyak pengguna berarti lebih banyak pengeluaran untuk lalu lintas dan server.

Dalam pernyataan resmi, Durov mengaku banyak mendapat pertanyaan tentang siapa yang akan membiayai pertumbuhan pengguna Telegram. Sebelum monetisasi, Durov mengaku membayar biaya perusahaan dari tabungan pribadi saya.

Baca Juga :  5 Fakta Tanaman Hias Janda Bolong Yang Kini Diserbu

“Namun, dengan pertumbuhannya saat ini, Telegram berada di jalur yang tepat untuk menjangkau miliaran pengguna dan membutuhkan pendanaan yang sesuai. Ketika proyek teknologi mencapai skala ini, biasanya ada dua pilihan, mulai menghasilkan uang untuk menutupi biaya, atau menjual perusahaan,” ujar Durov pada 23 Desember 2020.

Terkait dengan situasi itu, Durov mengaku ada sejumlah poin yang akan dilakukan agar Telegram tetap hidup. Pertama, dia menegaskan tidak akan menjual perusahaan seperti para pendiri Whatsapp.

Baca Juga :  Kemenag Gratiskan Sertifikasi Halal Untuk 3.283 UMK

Durov beralasan dunia membutuhkan Telegram untuk tetap independen sebagai tempat di mana pengguna dihormati dan layanan berkualitas tinggi terjamin.

“Telegram harus terus melayani dunia sebagai contoh perusahaan teknologi yang mengupayakan kesempurnaan dan integritas. Dan, seperti yang ditunjukkan oleh contoh menyedihkan dari para pendahulu kita, itu tidak mungkin jika Anda menjadi bagian dari sebuah korporasi,” ujarnya.