Ini Aplikasi Pengganti WhatsApp Selain Signal-Telegram

  • Bagikan
d8443fc7 signal

Gadget — Berbagai aplikasi perpesanan kembali populer seperti Signal dan Telegram, imbas WhatsApp memaksa penggunanya untuk menyetujui kebijakan privasi barunya.

Aplikasi Telegram sempat menjadi topik populer di jagat Twitter pada Jumat (8/1). Kebanyakan netizen berkicau untuk ramai-ramai hijrah dari aplikasi WhatsApp ke Telegram.

Ditambah lagi Elon Musk mengajak pengguna untuk memakai Signal, lewat cuitannya pekan lalu (7/1). Hal ini menyebabkan unduhan Signal yang didirikan oleh pendiri Whatsapp itu mengalami peningkatan pengguna.

Berdasarkan laporan Data Reportal per Januari 2020, pengguna media sosial di Indonesia mencapai 160 juta pengguna. Jumlah itu meningkat 8,1 persen atau sekitar 12 juta pengguna pada April 2019 – Januari 2020.

Dari jumlah itu, sebanyak 96 persen pengguna media sosial memanfaatkan aplikasi messenger dan social networking. Data per Januari 2020, sebanyak 59 persen pengguna internet Indonesia sangat memperhatikan bagaimana perusahaan memanfaatkan data mereka.

Berikut beberapa aplikasi perpesanan yang dapat digunakan sebagai alternatif pengganti WhatsApp

Telegram

Telegram merupakan aplikasi perpesanan Multi-platform besutan Pavel Durov, seorang pengusaha asal Rusia.

Aplikasi ini diluncurkan di OS Android pada 2013 silam, dan kini memiliki sekitar 200 juta pengguna.

Pengguna Telegram cenderung meningkat acap kali skandal privasi menyerang salah satu pesaingnya, seperti WhatsApp.

Fungsi dari Telegram terbilang sama seperti aplikasi perpesanan lainnya. Dilengkapi dengan fitur mengirim pesan, membuat percakapan grup, menelpon kontan, mengirim file dan gambar, dan dilengkapi dengan stiker.

Melansir Android Authority, Telegram diklaim mengedepankan fitur privasi pengguna, yang memastikan data pengguna di enkripsi oleh pihaknya, untuk menghindari dari peretasan baik dari pihak peretas perorangan hingga pemerintahan. 

Baca Juga :  Dua WNI Jadi Tersangka Parodi Lagu Indonesia Raya di Malaysia

Signal

Popularitas Signal dinilai meningkat usai cuitan CEO Tesla dan SpaceX, Elon Musk. Dia menyarankan orang-orang mulai menggunakan Signal.

Signal adalah aplikasi perpesanan dan obrolan suara gratis yang berfokus pada privasi. Signal dapat digunakan pada smartphone Apple, Android, dan melalui desktop.

Setiap orang hanya membutuhkan nomor telepon untuk bergabung. Setelah bergabung, pengguna dapat mengirim pesan teks atau melakukan panggilan suara atau video dengan teman, baik satu lawan satu atau dalam grup dan menggunakan reaksi emoji atau stiker seperti di aplikasi lain.

Sama seperti aplikasi perpesanan lain, Signal juga dinilai sangat privat. Tak heran Signal menjadi sarana komunikasi pilihan bagi para aktivis, orang-orang di komunitas peretas, dan orang lain yang sangat memperhatikan privasi.

Komunikasi pada Signal diklaim dienkripsi secara end-to-end, yang berarti hanya orang-orang dalam pesan yang dapat melihat konten dari pesan-pesan tersebut, bahkan perusahaan tidak dapat melihat. Stiker pada Signal juga mendapatkan enkripsi khusus sendiri.

Signal disebut menciptakan protokol enkripsi yang digunakan oleh perusahaan lain termasuk WhatsApp dan Skype.

Selain konten dienkripsi, Signal benar-benar privat karena pengguna dapat mengatur agar pesan menghilang setelah jangka waktu tertentu yang disesuaikan. Signal hampir tidak mengumpulkan data tentang penggunanya.

WeChat

Aplikasi WeChat merupakan aplikasi pesan instan yang dikembangkan oleh perusahaan berbasis teknologi, Tencent.

Baca Juga :  Sepakat Damai, Mantan Dewan dan Oknum ASN Dibebaskan

Fitur utama yang disajikan juga hampir sama seperti aplikasi perpesanan lainnya, seperti mengirim teks, foto, suara, video, berbagi lokasi dan dapat membuat obrolan grup dengan 500 anggota.

Seiring berkembangnya waktu, WeChat berkembang menjadi aplikasi multi fungsi. WeChat bisa berfungsi untuk belanja daring hingga berfungsi sebagai dompet digital.

Selain itu aplikasi asal China ini ditunjang dengan beberapa fasilitas lainnya, seperti kanal berita dan fitur bermain gim.

Berdasarkan data Statista, WeChat telah mencatat 1,2 miliar pengguna pada akhir 2020 lalu.

Hi App

Hi App merupakan aplikasi perpesanan yang dirancang dengan berbagai fitur seperti obrolan, pesan suara dan panggilan video.

Aplikasi ini merupakan besutan PT Hello Kreasi Indonesia, sebuah perusahaan teknologi asli Indonesia yang diluncurkan pada 2020 lalu.

Pengguna tidak hanya dapat menikmati fitur perpesanan saja, melainkan dapat menikmati fitur penerjemahan pesan.

Line

Line merupakan aplikasi perpesanan instan yang dapat digunakan pada smarphone dan pada PC. Sama seperti yang lainnya aplikasi ini juga dilengkpi dengan mengirim pesan teks, mengirim gambar, video, pesan suara.

Aplikasi ini dikembangkan oleh perusahaan teknologi asal Jepang bernama NHN Corporation, yang dirilis pada 2011 lalu.

Belakangan aplikasi ini melakukan beberapa perkembangan, seperti menghapus pesan yang sudah terkirim, fitur membalas pesan seperti WhatsApp, hingga dilengkapi fitur video call hingga 200 orang.

Selain itu Line juga dilengkapi dengan mata uang untuk bertransaksi di aplikasinya bernama Line Pay.

sc cnnindo

  • Bagikan